Rabu, November 21, 2012

RUMAH SAKIT INDONESIA, GAZA - PALESTINE



RS INDONESIA DI GAZA : MATERIAL RS DARI TEROWONGAN TERSEMBUNYI

Bangunan itu cukup unik: berbentuk segi delapan. Cara pembangunannya tak kalah uniknya, karena material bangunannya dikirimkan lewat terowongan tersembunyi.

Itulah Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza, Palestina. Setelah hampir satu tahun sejak dimulainya proses pembangunan RSI di Gaza pada Mei 2011, akhirnya pembangunan tahap 1 untuk struktur RSI selesai 100 %.

"Pekerjaan yang semula ditargetkan selama 9 bulan, sempat molor selama 3 bulan dikarenakan beberapa hal, yaitu susahnya relawan masuk ke Gaza dalam rangka mengawal pembangunan RSI, pengadaan material yang senantiasa dikirimkan melalui terowongan, kondisi cuaca pada akhir tahun 2011 dan awal tahun 2012 yang senantiasa turun hujan lebat," tutur Ir Nur Ikhwan Abadi, salah satu relawan MER-C Indonesia di Gaza Palestina, dalam siaran tertulis yang diterima detikcom, Rabu (2/5/2012).

Selain itu, kondisi keamanan di Gaza yang tidak menentu akibat serangan-serangan zionis Israel juga menyebabkan beberapa kali pekerjaan harus terhenti, serta beberapa item pekerjaan tambahan memerlukan waktu tambahan pula dalam pengerjaannya.

"Namun demikian hambatan-hambatan di atas masih terbilang sangat wajar, terlebih di daerah yang diblokade ketat bak penjara terbesar di dunia, seperti Gaza, pekerjaan bisa berjalan seperti ini memang sudah sangat luar biasa," ungkap Nur.

Akhir pekerjaan RSI Gaza ini ditandari dengan pengecoran akhir tangga ramp yang dilaksanakan pada hari Sabtu 28 April 2012. Dua minggu sebelumnya diadakan pengecoran middle area dari RSI ini setinggi 1 lantai, dan beberapa item lain seperti pintu masuk basement dan lantainya. "Dengan demikian 100 % selesai sudah pembangunan RSI tahap pertama ini yang selanjutnya akan diikuti oleh pembangunan tahap kedua untuk Arsitektur dan ME (Mekanikal Elektrikal) RSI," ujarnya.

Nur mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, termasuk rakyat Indonesia yang telah menyumbangkan donasinya rupiah demi rupiah.

"Rakyat Gaza mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rakyat Indonesia atas bantuan ini. Hampir di setiap sudut Gaza, mengetahui adanya rumah sakit ini, rumah sakit yang unik, berbentuk segi delapan seperti Masjid Qubbah Sakhra yang ada di Masjid Al-Aqsha, dan bentuk seperti ini belum pernah ada sebelumnya di Gaza," paparnya.(dtk)


WARGA PALESTINA KAGUMI RS INDONESIA DI JALUR GAZA

 Tanggal 20 Maret 2012, pengecoran lantai 3 RS Indonesia (RSI) di Gaza selesai dilakukan. Dengan selesainya proses pengecoran ini, maka progress pembangunan tahap I untuk struktur RSI Gaza sudah mencapai 97 persen. Selanjutnya Divisi Konstruksi MER-C tengah mempersiapkan tender tahap kedua untuk Arsitektur dan ME (Mechanical Electrical) rumah sakit. RSI Gaza berbentuk segi delapan yang terinspirasi dari Masjid Qubbah Sakhra, di Al-Quds ini sudah berdiri tegak di atas bumi Syam. Rasa haru dan bahagia tampak di wajah setiap relawan Indonesia. Haru karena mimpi itu menjadi nyata.

Lebih dari satu tahun sebanyak 6 orang relawan MER-C Indonesia meninggalkan tanah air, meninggalkan pekerjaan dan keluarga untuk menunaikan amanah di pundak mereka. Dengan izin-NYA semata, para relawan bisa mengatasi berbagai masalah yang ada satu persatu. 


Waktu berlalu terasa begitu cepat, sejak ide ini dilontarkan sekitar 3 tahun yang lalu tidak terbayang akan menjadi kenyataan. Terlebih lagi rakyat Indonesia, yang memberikan dukunagn penuh terhadap pembangunan RSI Gaza, dengan menyumbangkan rupiah demi rupiah untuk saudaranya di Gaza Palestina. Walaupun terkadang mereka sendiri membutuhkan bantuan, tapi kecintaan mereka terhadap sesama, kecintaan mereka mendahulukan kepentingan yang paling membutuhkan menjadikanya sebuah kekuatan yang begitu dahsyat. Jika rakyat sudah bersatu padu maka rintangan apapun akan mudah dihadapi dengan izin-NYA. 

Dengan dibangunnya RSI ini, nama Indonesia pun sudah begitu menggema di setiap sudut kota Gaza. Jika rakyat Gaza bicara tentang Indonesia, maka akan teringat dengan jumlah muslim terbesar di dunia. Begitu juga ketika bicara tentang muslimin maka akan teringat Indonesia yang mempunyai penduduk muslim terbesar di dunia. Setiap rakyat Gaza yang bertemu relawan menyatakan terima kasihnya kepada rakyat Indonesia dan mendoakan semoga program ini menjadi sebuah amal kebaikan. 

Bangunan RSI ini merupakan bangunan pertama di Gaza yang dibangun dari nol sejak agresi Israel ke Gaza 2008-2009 yang lalu. Bentuknya yang unik, desainnya yang sangat asing membuat bangunan RSI ini menjadi bangunan terunik di Gaza. Tidak pernah ada bangunan seperti ini sebelumnya di Gaza, bahkan setiap orang yang datang melihat terheran-heran, hingga para insinyur di Gaza pun heran melihat disain seperti ini. 
“Bangunan apa ini? Kokoh sekali? Bagaimana mereka membuatnya? Tidak ada bangunan seperti ini sebelumnya di Gaza?” tanya mereka penuh keheranan. 
Pengecoran 500 m3 Lantai 3 RSI Gaza Hanya 8 Jam Setelah melakukan supervisi terhadap seluruh pekerjaan lantai 3, mulai dari pekerjaan shuttering, pembesian hingga kebersihan selama kurang lebih 1 bulan penuh akhirnya dilakukan pengecoran lantai terakhir RSI Gaza. 

Persiapan pekerjaan pengecoran dilakukan sejak pukul 03.00 dini hari waktu Gaza. Pukul 02.00 dini hari para relawan yang berada di Posko MER-C Gaza City telah bersiap berangkat ke lokasi RSI di Bayt Lahiya Gaza Utara, tiba di lokasi sekitar pukul 02.50 waktu Gaza, Nampak para kerja sudah mulai bersiap-siap melakukan pengecoran, pengecekan terakhir dan beberapa persiapan segera dilaksanakan, Tidak butuh waktu lama, sekitar pukul 04.10 waktu Gaza pengecoran dimulai. Dengan menggunakan 2 concrete pump dan puluhan pekerja, pengecoran pun dimulai.

Seluruh relawan berkumpul dan mengawasi bersama-sama proses pengecoran ini. Tiga orang relawan insinyur dari Indonesia ditambah dua orang insinyur lokal Gaza mengawasi berjalannya pekerjaan, sedangkan relawan lainnya membantu tim insinyur dan mendokumentasikan pekerjaan. Ketika waktu subuh tiba, para relawan bergiliran melakukan shalat subuh untuk kemudian kembali melakukan pengawasan. 

Suhu udara di Gaza yang sudah mulai menghangat menambah semangat para pekerja dan relawan. Pekerja yang terdiri dari 2 grup dimana setiap grup terdiri dari 15 orang ini, dengan semangat melakukan pengecoran. Bentuknya yang segi delapan memang cukup memudahkan para pekerja, karena terdiri dari delapan panel dan setiap panel memerlukan waktu sekitar satu jam untuk dicor. Hanya dalam waktu 8 jam proses pengecoran sebesar 500 m3 ini pun selesai pada pukul 12.00 waktu Gaza. 
























Setiap orang mengucapkan selamat dan bersyukur karena telah menyelesaikannya dengan baik tanpa kendala yang berarti.

MER-C PERTAHANKAN RELAWAN INDONESIA DI GAZA

Meski serangan militer Israel ke Gaza terus meningkat, 28 relawan Indonesia dari lembaga bantuan kemanusiaan MER-C tetap bertahan di Gaza.

Ketua presidium lembaga kemanusiaan bidang medis asal Indonesia Medical Emergency Rescue Committe (MER-C), Jose Rizal Jurnalis, mengatakan pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina saat ini terhambat akibat intensitas serangan militer Israel ke Gaza yang terus meningkat.

Meski demikian, menurutnya, 28 relawan MER-C yang bertugas menyelesaikan pembangunan rumah sakit ini masih terus bertahan di sana walaupun kondisi logistik terus menipis.

“Ada 28 orang, tugas mereka untuk pembangunan, tidak untuk hal-hal lain termasuk medis. Para relawan ini biasanya dikaryakan di Rumah Sakit As-Syifa yang biasa mengurus korban-korban perang di Gaza,” ujar Jose di Jakarta, Senin (19/11).

“Kebutuhan relawan saat ini adalah makanan. Mereka bertahan di ruang bawah tanah Rumah Sakit Indonesia yang tengah dibangun. Logistik masih bertahan untuk satu hingga dua hari ke depan. Tidak ada jaminan keamanan dari siapapun di sana termasuk dari pemerintah Palestina.”

Jose menambahkan, MER-C akan mengirimkan tim medis terutama ahli bedah ke Gaza, jika pertempuran di Gaza terus meningkat.

Pimpinan Divisi kontruksi MER-C Faried Thalib mengatakan pembangunan rumah sakit sempat dihentikan pada minggu lalu selama beberapa hari akibat pertempuran itu. Saat ini pengerjaan pembangunan untuk saat ini di fokuskan di lantai bawah tanah, ujarnya.

 Faried menjelaskan, pembangunan rumah sakit ini dimulai sejak pertengahan 2011 lalu, dengan menempati lahan milik pemerintah Indonesia seluas 1,6 hektar. Saat ini untuk struktur bangunan telah hampir selesai dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 12 miliar, dari total anggaran lebih dari Rp 30 miliar. Dana pembangunan rumah sakit Indonesia ini menurut Faried, berasal dari sumbangan masyarakat Indonesia.

Faried menambahkan, komunikasi antara para relawan di Gaza dengan kantor MER-C di Jakarta masih berjalan baik. Hingga Minggu malam menurut Farid, para relawan mengisahkan, bom yang dijatuhkan Israel pada hari Minggu lalu berjarak 50 sampai 100 meter dari Rumah Sakit Indonesia. Pengiriman bantuan kemanusiaan untuk warga sipil di Gaza juga dilakukan oleh lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Direktur Eksekutif ACT Imam Akbari kepada VOA mengatakan ACT dalam waktu dekat akan mengirimkan tenaga relawan medis dan uang untuk dibelikan kebutuhan warga yang ada di Gaza. Fokus bantuan dari ACT ini dikhususkan untuk perempuan dan anak-anak.

“Akan menurunkan tim medis yang ada, dengan berkoordinasi dengan mitra-mitra ACT dari Indonesia yang sudah ada di Gaza. Fokus utama adalah membantu perempuan dan anak-anak yang ada di Gaza, khususnya di daerah Jabaliah Gaza. Relawan kita nanti juga akan membawa uang tunai untuk dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan warga sipil yang ada di sana,” ujarnya.

Terkait aksi-aksi solidaritas terhadap Palestina, khususnya menyangkut pengiriman relawan ke Gaza dari sejumlah lembaga kemanusiaan di Indonesia, juru bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tenne meminta agar warga Indonesia tidak bepergian ke Gaza. Namun, jika memang akan ke Gaza, Michael meminta agar berhati-hati dan menghindari lokasi-lokasi pertempuran.

 “Apabila tidak ada kepentingan yang sangat-sangat mendesak tentunya kita mengimbau agar warga kita tidak berkunjung ke wilayah yang bergejolak seperti Gaza. Namun, apabila telah menyadari semua risiko dan tetap bertekad untuk ke sana, kita minta agar benar-benar berhati-hati dan menghindari pertempuran,” ujar Michael.

Sementara itu, terkait sikap Indonesia atas konflik di Gaza, Michael menegaskan pemerintah Indonesia meminta agar kedua belah pihak bisa menahan diri untuk meredakan pertempuran yang tengah terjadi. Pemerintah Indonesia, menurut Michael, juga meminta Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil langkah konkrit untuk meredakan ketegangan di wilayah itu.










MILIK RAKYAT INDONESIA

Sarbini menegaskan, RS Indonesia di Gaza bukanlah milik MER-C semata melainkan milik bersama rakyat Indonesia. Proyek RS Indonesia tersebut, katanya, juga bukan program jangka pendek. RS Indonesia diharap bisa menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dengan rakyat Palestina.

Kata Sarbini, pembangunan tahap kedua RS Indonesia pada Februari 2012 nanti akan membutuhkan dana tambahan Rp 15 miliar. Untuk menyiasati cekaknya dana, MER-C menggalang program Rp 20 ribu per orang untuk RS Indonesia di Gaza.

“Jika satu juta orang menyumbang Rp 20 ribu, kita bisa dapat Rp 20 miliar,” kata Sarbini.

Informasi lengkapnya bisa dilihat di situs www.mer-c.org, RS Indonesia di Facebook, dan @RS Indonesia di Twitter. Pembaca bisa ikut memberikan donasi melalui rekening MER-C di Bank Syariah Mandiri (009.0121.773) dan BCA (686.0153678).

***
Rekening Donasi MER-C untuk Palestina adalah ;

Bank Syariah Mandiri (BSM)
No. Rek. 009.0121.773
Cabang Kramat a.n. Medical Emergency Rescue Committee

Atau

Bank Central Asia (BCA)
No. Rek. 686.015.3678
Cabang Kwitang a.n. Medical Emergency Rescue Committee

(Hati-hati penipuan terhadap Atas nama Rekening yang berbeda)

Informasi kegiatan MER-C dan Nomor Rekening MER-C dapat juga dicek di www.mer-c.org.

***

Rakyat Gaza butuh Rumah Sakit.



Video perkembangan RS Indonesia mulai pembangunan hingga Maret 2012 




Akan seperti ini nantinya,


































Indah sekali. Sangat pantas bagi mereka. Mereka yang dilukai ditanah milik mereka sendiri.





Sumber : Dari berbagai sumber, bertujuan untuk membangun semangat kemanusiaan khususnya pada seluruh rakyat Indonesia. Terimakasih kawan-kawan, untuk semua usaha dan pengorbanan kita semua sampai saat ini, semoga cepat meluas perjuangannya. Laa-Khaula wa Laa-Quwwata Illa-Billah.
Amin.





Tidak ada komentar: