Rabu, November 21, 2012

SEBERAPA LUASKAH WILAYAH GAZA ITU?



Dahlan Iskan : Seberapa Luaskah Wilayah Gaza Itu? 

Tidak lebih dari 500 kilometer persegi. Lebarnya hanya sekitar 10 kilometer dan panjangnya 50 kilometer. Kalau di Jatim, kira-kira hanya sama dengan dari Bangil ke Probolinggo. Lebarnya hanya sama dengan Probolinggo-Leces dan Bangil-Beji. Atau sama dengan dari Tanjung Kodok ke Tuban. 
Wilayah itu berbukit, tapi tidak bergunung. Dataran paling tinggi hanya 150 meter. Meski punya pesisir sepanjang 45 kilometer, seluruh akses ke Laut Tengah itu dikuasai Israel. Bandaranya juga dikuasai Israel. Satu-satunya batas yang bukan Israel adalah bagian selatannya sepanjang 12 kilometer: berbatasan dengan Mesir. 


(di-Klik Gambarnya kalau Informasi bacaannya tidak jelas).

Meski Gaza ini bagian dari wilayah negara Palestina, kalau mau ke ibu kota harus melalui daratan Israel sejauh kira-kira 40 kilometer. Ini berarti orang Palestina di wilayah Gaza kalau mau ke wilayah Palestina yang lain di Tepi Barat harus mengantongi paspor dan harus mendapat izin Israel. Luas wilayah Palestina yang di timur (disebut Tepi Barat, karena letaknya di tepi barat Sungai Jordan) itu sekitar lima kali lebih besar dari Gaza. Di wilayah Tepi Barat ini penduduknya sekitar 2,5 juta orang. Dengan demikian, kalau Gaza dan Tepi Barat dijumlah, penduduk Palestina 4 juta orang (wilayah Gaza berpenduduk 1,5 juta). 

Israel memang berjanji menyerahkan wilayah Palestina kepada orang Palestina secara bertahap. Mula-mula hanya Jericho, satu kota sebesar Kecamatan Tulangan (Sidoarjo, Jatim) di timur Jerusalem. Lalu sebagian lagi wilayah di utara Jerusalem. Lalu bagian lain Tepi Barat. Tiga tahun lalu barulah wilayah Gaza yang diserahkan. Masih banyak lagi yang mestinya diserahkan, tapi diragukan apakah Israel masih mau menyerahkan sisanya. Termasuk Dataran Tinggi Golan yang harus dikembalikan ke Syiria. 

Sejak diserahkan ke Palestina tiga tahun lalu, status Gaza tidak jelas. Bukan provinsi, bukan juga negara bagian. Bahkan, antara Gaza dan Tepi Barat hampir tidak ada hubungan sama sekali. Baik hubungan transportasi maupun hubungan politik. Gaza seperti tidak ada hubungan apa-apa dengan pemerintah pusat di wilayah Tepi Barat. 

Di wilayah Gaza hampir 100 persen penduduknya pengikut Hamas. Yakni, aliran yang tidak mau menggunakan jalan diplomasi dalam merebut semua wilayah Palestina. Hamas tidak percaya Israel mau secara suka rela mengembalikan wilayah Palestina, termasuk Jerusalem. Hamas pernah minta agar seluruh wilayah Palestina dan Israel itu jadi satu negara saja: Negara Palestina. Bahwa sebagian besar penduduk negara “baru” itu beragama Yahudi, tidak apa-apa. Demokrasi yang akan mengatasi hubungan mayoritas-minoritas itu (Yahudi 7 juta, Palestina 4 juta). Israel menolak, karena khawatir lama-lama penduduk Arab (Palestina) akan mayoritas. 

Kalau di Gaza penduduknya adalah pengikut Hamas, di Palestina wilayah timur (Tepi Barat) penduduknya mayoritas pengikut kelompok Fatah. Yakni, kelompok yang juga berjuang mengembalikan seluruh wilayah Palestina, tapi melalui jalan perundingan. Dua kelompok ini sering terlibat dalam perang bersenjata secara terbuka dan menelan banyak korban. Dengan demikian, meski Negara Palestina itu satu, pemerintahannya sebenarnya ada dua. Pemerintahan di Tepi Barat dipegang Fatah dan pemerintahan di Gaza dipegang Hamas. 

Israel memang kelihatan tidak mau kehilangan kontrol. Wilayah timur (Tepi Barat) itu diserahkan ke Palestina tidak secara utuh. Wilayah Jericho, ibarat satu pulau kecil di tengah-tengah Israel. Wilayah utara juga seperti pulau besar di tengah-tengah Israel. Wilayah selatan juga berada di tengah-tengah wilayah Israel. Wilayah utara yang agak luas pun, bentuknya lucu karena banyak wilayah Israel yang menjorok ke wilayah Palestina di sana-sini. 

Jadi, Palestina yang sekarang sebenarnya bukan terbagi dua wilayah (Gaza dan Tepi Barat), tapi terbagi empat atau lima wilayah yang tersebar di tengah-tengah negara Yahudi. (dis)

Gaza on Maps.


Sumber : http://dahlaniskan.wordpress.com/2009/01/07/seberapa-luaskah-wilayah-gaza-itu/





RUMAH SAKIT INDONESIA, GAZA - PALESTINE



RS INDONESIA DI GAZA : MATERIAL RS DARI TEROWONGAN TERSEMBUNYI

Bangunan itu cukup unik: berbentuk segi delapan. Cara pembangunannya tak kalah uniknya, karena material bangunannya dikirimkan lewat terowongan tersembunyi.

Itulah Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza, Palestina. Setelah hampir satu tahun sejak dimulainya proses pembangunan RSI di Gaza pada Mei 2011, akhirnya pembangunan tahap 1 untuk struktur RSI selesai 100 %.

"Pekerjaan yang semula ditargetkan selama 9 bulan, sempat molor selama 3 bulan dikarenakan beberapa hal, yaitu susahnya relawan masuk ke Gaza dalam rangka mengawal pembangunan RSI, pengadaan material yang senantiasa dikirimkan melalui terowongan, kondisi cuaca pada akhir tahun 2011 dan awal tahun 2012 yang senantiasa turun hujan lebat," tutur Ir Nur Ikhwan Abadi, salah satu relawan MER-C Indonesia di Gaza Palestina, dalam siaran tertulis yang diterima detikcom, Rabu (2/5/2012).

Selain itu, kondisi keamanan di Gaza yang tidak menentu akibat serangan-serangan zionis Israel juga menyebabkan beberapa kali pekerjaan harus terhenti, serta beberapa item pekerjaan tambahan memerlukan waktu tambahan pula dalam pengerjaannya.

"Namun demikian hambatan-hambatan di atas masih terbilang sangat wajar, terlebih di daerah yang diblokade ketat bak penjara terbesar di dunia, seperti Gaza, pekerjaan bisa berjalan seperti ini memang sudah sangat luar biasa," ungkap Nur.

Akhir pekerjaan RSI Gaza ini ditandari dengan pengecoran akhir tangga ramp yang dilaksanakan pada hari Sabtu 28 April 2012. Dua minggu sebelumnya diadakan pengecoran middle area dari RSI ini setinggi 1 lantai, dan beberapa item lain seperti pintu masuk basement dan lantainya. "Dengan demikian 100 % selesai sudah pembangunan RSI tahap pertama ini yang selanjutnya akan diikuti oleh pembangunan tahap kedua untuk Arsitektur dan ME (Mekanikal Elektrikal) RSI," ujarnya.

Nur mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, termasuk rakyat Indonesia yang telah menyumbangkan donasinya rupiah demi rupiah.

"Rakyat Gaza mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rakyat Indonesia atas bantuan ini. Hampir di setiap sudut Gaza, mengetahui adanya rumah sakit ini, rumah sakit yang unik, berbentuk segi delapan seperti Masjid Qubbah Sakhra yang ada di Masjid Al-Aqsha, dan bentuk seperti ini belum pernah ada sebelumnya di Gaza," paparnya.(dtk)


WARGA PALESTINA KAGUMI RS INDONESIA DI JALUR GAZA

 Tanggal 20 Maret 2012, pengecoran lantai 3 RS Indonesia (RSI) di Gaza selesai dilakukan. Dengan selesainya proses pengecoran ini, maka progress pembangunan tahap I untuk struktur RSI Gaza sudah mencapai 97 persen. Selanjutnya Divisi Konstruksi MER-C tengah mempersiapkan tender tahap kedua untuk Arsitektur dan ME (Mechanical Electrical) rumah sakit. RSI Gaza berbentuk segi delapan yang terinspirasi dari Masjid Qubbah Sakhra, di Al-Quds ini sudah berdiri tegak di atas bumi Syam. Rasa haru dan bahagia tampak di wajah setiap relawan Indonesia. Haru karena mimpi itu menjadi nyata.

Lebih dari satu tahun sebanyak 6 orang relawan MER-C Indonesia meninggalkan tanah air, meninggalkan pekerjaan dan keluarga untuk menunaikan amanah di pundak mereka. Dengan izin-NYA semata, para relawan bisa mengatasi berbagai masalah yang ada satu persatu. 


Waktu berlalu terasa begitu cepat, sejak ide ini dilontarkan sekitar 3 tahun yang lalu tidak terbayang akan menjadi kenyataan. Terlebih lagi rakyat Indonesia, yang memberikan dukunagn penuh terhadap pembangunan RSI Gaza, dengan menyumbangkan rupiah demi rupiah untuk saudaranya di Gaza Palestina. Walaupun terkadang mereka sendiri membutuhkan bantuan, tapi kecintaan mereka terhadap sesama, kecintaan mereka mendahulukan kepentingan yang paling membutuhkan menjadikanya sebuah kekuatan yang begitu dahsyat. Jika rakyat sudah bersatu padu maka rintangan apapun akan mudah dihadapi dengan izin-NYA. 

Dengan dibangunnya RSI ini, nama Indonesia pun sudah begitu menggema di setiap sudut kota Gaza. Jika rakyat Gaza bicara tentang Indonesia, maka akan teringat dengan jumlah muslim terbesar di dunia. Begitu juga ketika bicara tentang muslimin maka akan teringat Indonesia yang mempunyai penduduk muslim terbesar di dunia. Setiap rakyat Gaza yang bertemu relawan menyatakan terima kasihnya kepada rakyat Indonesia dan mendoakan semoga program ini menjadi sebuah amal kebaikan. 

Bangunan RSI ini merupakan bangunan pertama di Gaza yang dibangun dari nol sejak agresi Israel ke Gaza 2008-2009 yang lalu. Bentuknya yang unik, desainnya yang sangat asing membuat bangunan RSI ini menjadi bangunan terunik di Gaza. Tidak pernah ada bangunan seperti ini sebelumnya di Gaza, bahkan setiap orang yang datang melihat terheran-heran, hingga para insinyur di Gaza pun heran melihat disain seperti ini. 
“Bangunan apa ini? Kokoh sekali? Bagaimana mereka membuatnya? Tidak ada bangunan seperti ini sebelumnya di Gaza?” tanya mereka penuh keheranan. 
Pengecoran 500 m3 Lantai 3 RSI Gaza Hanya 8 Jam Setelah melakukan supervisi terhadap seluruh pekerjaan lantai 3, mulai dari pekerjaan shuttering, pembesian hingga kebersihan selama kurang lebih 1 bulan penuh akhirnya dilakukan pengecoran lantai terakhir RSI Gaza. 

Persiapan pekerjaan pengecoran dilakukan sejak pukul 03.00 dini hari waktu Gaza. Pukul 02.00 dini hari para relawan yang berada di Posko MER-C Gaza City telah bersiap berangkat ke lokasi RSI di Bayt Lahiya Gaza Utara, tiba di lokasi sekitar pukul 02.50 waktu Gaza, Nampak para kerja sudah mulai bersiap-siap melakukan pengecoran, pengecekan terakhir dan beberapa persiapan segera dilaksanakan, Tidak butuh waktu lama, sekitar pukul 04.10 waktu Gaza pengecoran dimulai. Dengan menggunakan 2 concrete pump dan puluhan pekerja, pengecoran pun dimulai.

Seluruh relawan berkumpul dan mengawasi bersama-sama proses pengecoran ini. Tiga orang relawan insinyur dari Indonesia ditambah dua orang insinyur lokal Gaza mengawasi berjalannya pekerjaan, sedangkan relawan lainnya membantu tim insinyur dan mendokumentasikan pekerjaan. Ketika waktu subuh tiba, para relawan bergiliran melakukan shalat subuh untuk kemudian kembali melakukan pengawasan. 

Suhu udara di Gaza yang sudah mulai menghangat menambah semangat para pekerja dan relawan. Pekerja yang terdiri dari 2 grup dimana setiap grup terdiri dari 15 orang ini, dengan semangat melakukan pengecoran. Bentuknya yang segi delapan memang cukup memudahkan para pekerja, karena terdiri dari delapan panel dan setiap panel memerlukan waktu sekitar satu jam untuk dicor. Hanya dalam waktu 8 jam proses pengecoran sebesar 500 m3 ini pun selesai pada pukul 12.00 waktu Gaza. 
























Setiap orang mengucapkan selamat dan bersyukur karena telah menyelesaikannya dengan baik tanpa kendala yang berarti.

MER-C PERTAHANKAN RELAWAN INDONESIA DI GAZA

Meski serangan militer Israel ke Gaza terus meningkat, 28 relawan Indonesia dari lembaga bantuan kemanusiaan MER-C tetap bertahan di Gaza.

Ketua presidium lembaga kemanusiaan bidang medis asal Indonesia Medical Emergency Rescue Committe (MER-C), Jose Rizal Jurnalis, mengatakan pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina saat ini terhambat akibat intensitas serangan militer Israel ke Gaza yang terus meningkat.

Meski demikian, menurutnya, 28 relawan MER-C yang bertugas menyelesaikan pembangunan rumah sakit ini masih terus bertahan di sana walaupun kondisi logistik terus menipis.

“Ada 28 orang, tugas mereka untuk pembangunan, tidak untuk hal-hal lain termasuk medis. Para relawan ini biasanya dikaryakan di Rumah Sakit As-Syifa yang biasa mengurus korban-korban perang di Gaza,” ujar Jose di Jakarta, Senin (19/11).

“Kebutuhan relawan saat ini adalah makanan. Mereka bertahan di ruang bawah tanah Rumah Sakit Indonesia yang tengah dibangun. Logistik masih bertahan untuk satu hingga dua hari ke depan. Tidak ada jaminan keamanan dari siapapun di sana termasuk dari pemerintah Palestina.”

Jose menambahkan, MER-C akan mengirimkan tim medis terutama ahli bedah ke Gaza, jika pertempuran di Gaza terus meningkat.

Pimpinan Divisi kontruksi MER-C Faried Thalib mengatakan pembangunan rumah sakit sempat dihentikan pada minggu lalu selama beberapa hari akibat pertempuran itu. Saat ini pengerjaan pembangunan untuk saat ini di fokuskan di lantai bawah tanah, ujarnya.

 Faried menjelaskan, pembangunan rumah sakit ini dimulai sejak pertengahan 2011 lalu, dengan menempati lahan milik pemerintah Indonesia seluas 1,6 hektar. Saat ini untuk struktur bangunan telah hampir selesai dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 12 miliar, dari total anggaran lebih dari Rp 30 miliar. Dana pembangunan rumah sakit Indonesia ini menurut Faried, berasal dari sumbangan masyarakat Indonesia.

Faried menambahkan, komunikasi antara para relawan di Gaza dengan kantor MER-C di Jakarta masih berjalan baik. Hingga Minggu malam menurut Farid, para relawan mengisahkan, bom yang dijatuhkan Israel pada hari Minggu lalu berjarak 50 sampai 100 meter dari Rumah Sakit Indonesia. Pengiriman bantuan kemanusiaan untuk warga sipil di Gaza juga dilakukan oleh lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Direktur Eksekutif ACT Imam Akbari kepada VOA mengatakan ACT dalam waktu dekat akan mengirimkan tenaga relawan medis dan uang untuk dibelikan kebutuhan warga yang ada di Gaza. Fokus bantuan dari ACT ini dikhususkan untuk perempuan dan anak-anak.

“Akan menurunkan tim medis yang ada, dengan berkoordinasi dengan mitra-mitra ACT dari Indonesia yang sudah ada di Gaza. Fokus utama adalah membantu perempuan dan anak-anak yang ada di Gaza, khususnya di daerah Jabaliah Gaza. Relawan kita nanti juga akan membawa uang tunai untuk dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan warga sipil yang ada di sana,” ujarnya.

Terkait aksi-aksi solidaritas terhadap Palestina, khususnya menyangkut pengiriman relawan ke Gaza dari sejumlah lembaga kemanusiaan di Indonesia, juru bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tenne meminta agar warga Indonesia tidak bepergian ke Gaza. Namun, jika memang akan ke Gaza, Michael meminta agar berhati-hati dan menghindari lokasi-lokasi pertempuran.

 “Apabila tidak ada kepentingan yang sangat-sangat mendesak tentunya kita mengimbau agar warga kita tidak berkunjung ke wilayah yang bergejolak seperti Gaza. Namun, apabila telah menyadari semua risiko dan tetap bertekad untuk ke sana, kita minta agar benar-benar berhati-hati dan menghindari pertempuran,” ujar Michael.

Sementara itu, terkait sikap Indonesia atas konflik di Gaza, Michael menegaskan pemerintah Indonesia meminta agar kedua belah pihak bisa menahan diri untuk meredakan pertempuran yang tengah terjadi. Pemerintah Indonesia, menurut Michael, juga meminta Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil langkah konkrit untuk meredakan ketegangan di wilayah itu.










MILIK RAKYAT INDONESIA

Sarbini menegaskan, RS Indonesia di Gaza bukanlah milik MER-C semata melainkan milik bersama rakyat Indonesia. Proyek RS Indonesia tersebut, katanya, juga bukan program jangka pendek. RS Indonesia diharap bisa menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dengan rakyat Palestina.

Kata Sarbini, pembangunan tahap kedua RS Indonesia pada Februari 2012 nanti akan membutuhkan dana tambahan Rp 15 miliar. Untuk menyiasati cekaknya dana, MER-C menggalang program Rp 20 ribu per orang untuk RS Indonesia di Gaza.

“Jika satu juta orang menyumbang Rp 20 ribu, kita bisa dapat Rp 20 miliar,” kata Sarbini.

Informasi lengkapnya bisa dilihat di situs www.mer-c.org, RS Indonesia di Facebook, dan @RS Indonesia di Twitter. Pembaca bisa ikut memberikan donasi melalui rekening MER-C di Bank Syariah Mandiri (009.0121.773) dan BCA (686.0153678).

***
Rekening Donasi MER-C untuk Palestina adalah ;

Bank Syariah Mandiri (BSM)
No. Rek. 009.0121.773
Cabang Kramat a.n. Medical Emergency Rescue Committee

Atau

Bank Central Asia (BCA)
No. Rek. 686.015.3678
Cabang Kwitang a.n. Medical Emergency Rescue Committee

(Hati-hati penipuan terhadap Atas nama Rekening yang berbeda)

Informasi kegiatan MER-C dan Nomor Rekening MER-C dapat juga dicek di www.mer-c.org.

***

Rakyat Gaza butuh Rumah Sakit.



Video perkembangan RS Indonesia mulai pembangunan hingga Maret 2012 




Akan seperti ini nantinya,


































Indah sekali. Sangat pantas bagi mereka. Mereka yang dilukai ditanah milik mereka sendiri.





Sumber : Dari berbagai sumber, bertujuan untuk membangun semangat kemanusiaan khususnya pada seluruh rakyat Indonesia. Terimakasih kawan-kawan, untuk semua usaha dan pengorbanan kita semua sampai saat ini, semoga cepat meluas perjuangannya. Laa-Khaula wa Laa-Quwwata Illa-Billah.
Amin.





Selasa, November 13, 2012

KESEMPURNAAN AL-QURAN (Bukti Al Qur’an Bukan Buatan Manusia)

Al-Qur’an adalah kalam Allah yang merupakan sebuah Mu’jizat yang diturunkan kepada Nabi akhir jaman Muhammad. Tidak ada yang menandingi keindahan bahasa Al qur’an dan keindahan ketika kita melantunkan Al qur’an. Banyak orang yang hatinya tergetar jika di bacakan ayat-ayat Al qur’an, sehingga kemudian dia mendapatkan risalah kebenaran. Al qur’an adalah satu-satunya kitab yang terjaga keasliannya walau telah diturunkan 14 abad yang lalu akan tetapi tetap terjaga dalam satu Bahasa dan satu huruf yang terangkai didalamnya.




Banyak usaha-usaha yang di lakukan oleh orang-orang kafir untuk memalsukan Al qur’an, namun usaha itu selalu kandas dan sia-sia. Al qur’an yang berjumlah 30 juz, 114 surat, 6666 ayat dan 51.900 kata itu dengan mudah di hafalkan oleh orang-orang yang beriman dan mempunyai hati yang bersih.

Al Qur’an adalah sumber ilmu yang tidak pernah ketinggalan zaman bahkan selalu mendahului zaman, karena kebenarannya baru terbukti ketika zaman sudah mampu menciptakan tekhnologi mulai dari ilmu matetamtika, Biologi, kedokteran, fisika, kimia, bahasa, sejarah dll, segala ilmu telah terbukti sebelum ditemukan al qur’an telah menafsirkan dan menuliskannya. Keajaiban lain dari Al qur’an yang tak kalah mencengangkan adalah bahwa Al qur’an ternyata tersusun menurut perhitungan Matematis yang sangat teliti dan sangat cerdas !!


Berikut ini sejumlah perhitungan yang benar-benar merupakan mukjizat.

Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk tunggal disebutkan sebanyak 365 kali, yang sama jumlahnya dengan jumlah hari pada tahun Syamsyiyyah.

Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk jamak sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu bulan.

Kata “Syahr” (Bulan) sebanyak 12 kali, sama dengan jumlah bulan dalam satu tahun.

Kata “Sab’u (minggu) disebutkan 7 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu minggu

Jumlah “Saah” (jam) yang didahului dengan “Harf” sebanyak 24 kali, sama dengan jumlah jam dalam satu hari.

Kata “Sujud” disebutkan 34 kali, sama dengan jumlah rakaat dalam sholat 5 waktu.

Kata “Shalawat” disebutkan 5 kali, sama dengan jumah sholat wajib sehari semalam.

Kata “Aqimu” yang diikuti kata “Shalat” Sebanyak 17 kali, sama dengan jumlah rakaat shalat fardhu.

Kata “al-Dunya” disebutkan sebanyak 115 kali, begitu juga kata “al-Akhirah” sebanyak 115 kali.

Kata “ al-Israf” disebutkan 23 kali, begitu juga kata kebalikannya “al-Sur’ah”.

Kata “Malaikat” disebutkan 88 kali, kata kebalikannya “al-Syayathin” juga 88 kali.

Kata “al-Sulthan” disebutkan 37 kali, kata kebalikannya “al-Nifaq” juga 37 kali.

Kata “Harb” (panas) sebanyak 4 kali, kebalikannya “al-Bard” (dingin) juga 4 kali.

Kata “al-Harb” (perang) sebanyak 6 kali, kebalikannya “al-Husra” (tawanan) 6 kali.

Kata “al-Hayat” (Hidup) sebanyak 145 kali, kebalikannya “al-Maut” (mati) 145 kali.

Kata “Qalu” (mereka mengatakan) sebanyak 332 kali, kebalikannya “Qul” (katakanlah) juga sebanyak 332 kali.

Kata “al-Sayyiat” (keburukan) yang menjadi kebalikannya kata “al-Shahihat” (Kebajikan) masing-masing 180 kali.

Kata “al-Rahbah” (cemas/takut) yang menjadi kebalikan kata “al-Ragbah” (harap/ingin) masing-masing 8 kali.

Kata “al-Naf’u” yang menjadi kebalikan kata “al-Fasad” masing-masing 50 kali.

Kata “al-Nas” yang menjadi kebalikan kata “al-Rusul” masing-masing 368 kali.

Kata “al-Asbath” yang menjadi kebalikan kata “al-Awariyun” masing-masing 5 kali.

Kata “al-Jahr” yang menjadi kebalikan kata “al-Alaniyah” masing-masing 16 kali.

Masih banyak lagi, yang tidak dapat disebutkan satu-persatu

Sekarang lakukan perhitungan sebagai berikut :

Dengan mencari persentase jumlah kata “bahr” (lautan) terhadap total jumlah kata (bahr dan barr ) kita dapatkan : (32/45) x 100 % = 71.1111111%

Dengan mencari persentase jumlah kata “barr (daratan) terhadap total jumlah kata (bahr dan barr) kita dapatkan : (13/45) x 100 % = 28.888888889 %

Kita akan mendapatkan bahwa Allah SWT. Dalam Al qur’an pada 14 abad yang lalu menyatakan bahwa persentase air di bumi adalah 71.11111111 %, dan persentase daratan adalah 28.8888888889, dan ini adalah rasio yang riil dari air dan daratan.

Itulah sebagian kecil keajaiban dan kemukjizatan Al qur’an. Keajaiban yang lain merupakan misteri yang akan insyaAllah akan dipecahkan oleh orang-orang yang berilmu.

Seorang ahli biokimia berkebangsaan Amerika keturunan Mesir dan seorang ilmuwan Muslim, Dr. Rashad Khalifa, adalah orang yang pertama yang menemukan sistem matematika pada desain Al qur’an.

Dia memulai meneliti komposisi Matematik dari Al qur’an pada tahun 1968, dan memasukkan Al qur’an ke dalam sistem computer pada tahun 1969 dan 1970, yang diteruskan dengan menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris pada awal 70-an. Dia tertantang untuk memperoleh jawaban dalam menjelaskan inisial pada beberapa surah dalam Al qur’an (seperti Alif Lam Mim) yang sering diberi penjelasan “hanya Allah yang mengetahui maknanya”. Dengan tantangan ini, dia memulai riset secara mendalam pada inisial-inisial tersebut setelah memasukkan teks Al qur’an ke dalam sistem computer, dengan tujuan utama mencari pola matematis yang mungkin akan menjelaskan pentingnya inisial-inisial tersebut.


Setelah beberapa tahun melakukan riset, Dr. Khalifa mempublikasikan temuan-temuan pertamanya dalam sebuah buku berjudul “MIRACLE OF THE QURAN : Significance of the Mysterious Alphabet” pada Oktober 1973., bertepatan dengan Ramadhan 1393.

Sementara itu Angka yang sering keluar daalam alquran adalah angka 19.

Dalam Al Qur’an. Keistimewaan angka 19 di dalam Al Qur’an ini, di antaranya:

1. Kata bismillahirrahmanirrahim, yang merupakan kata pembuka dari surah Al Qur’an terdiri dari 19 huruf.

2. Paket wahyu pertama (QS. Al Alaq (96) ayat 1—5), diturunkan sebanyak 76 huruf atau 19. x 4.

3. Ayat pertama kali turun, (QS. Al Alaq ayat 1), terdiri dari 19 huruf.

4. Jumlah surah Al Qur’an ada 114 atau 19 x 6.

Angka 19 inilah yang menjadi alat kontrol huruf di dalam Al Qur’an, sehingga Al Qur’an terpelihara dari perubahan yang dilakukan oleh orang tak bertanggung jawab. Tidak akan pernah sedikitpun meleset dari hitung-hitungan, anda bisa bandingkan dengan kitab suci lain. perhatikan bagaimana Angka 19 dalam mengontrol Al Qur’an:

Surah ke-68, yang diawali huruf nun. Jumlah nun dalam surah tersebut 133 atau 19 x 7.

Surah ke-36, yang diawali huruf ya sin, memiliki huruf ya sebanyak 237 dan huruf sin 48.

Bila dijumlahkan mejadi 285 atau 19 x 15.

Surat ke-13, yang diawali huruf alif lam mim ra’, di mana jumlah alif = 605, lam = 480, mim = 260 dan ra’ = 137, total keempat huruf tersebut 1482 atau 19 x 78.

Sebagian besar ahli tafsir menafsirkan 19 sebagai jumlah malaikat. Menurut Dr. Rashad Khalifa, menafsirkan bilangan 19 sebagai jumlah malaikat adalah tidak tepat. Bagaimana mungkin jumlah malaikat dapat dijadikan untuk cobaan bagi orang-orang kafir (QS. Al Muddassir ayat 30—31).


“Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). Dan Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat, dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu, dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata), ‘Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?’ Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan kepada manusia.”

Selain penjelasan di atas, dalam beberapa kejadian di alam ini dan juga dalam kehidupan kita sehari-hari, ada yang mengacu kepada bilangan 19, di antaranya sebagai berikut:

Bumi, matahari dan bulan berada pada posisi yang relatif sama setiap 19 tahun.
Komet Halley mengunjungi sistem tata surya kita pada setiap 76 tahun (19 x 4).
Tubuh manusia memiliki 209 tulang atau 19 x 11.Selain berhubungan dengan kejadian di alam, bilangan 19 juga berkaitan dengan ibadah umat Islam, seperti:

Sholat, jumlah rakaat pada shalat Subuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya’ masing-masing adalah 2, 4, 4, 3, dan 4 rakaat. Jika jumlah rakaat tersebut disusun menjadi sebuah angka 24434 merupakan bilangan kelipatan 19 atau 19 x 1286.

Di abad modern pun banyak orang-orang yang memang ingin mengubah isi alqur’an akan tetapi sampai detik ini alquran masih asli dari pertama diturunkan karena alquran adalah tuntunan dan mukjizat terbesar yang di ciptakan Allah kepada Umat Muhammad Umat akhir jaman!


 Allahu Akbar.


Sumber : http://tinarbuka-aw.students-blog.undip.ac.id/keajaiban/kesempurnaan-al-quran-bukti-al-quran-bukan-buatan-manusia