Rabu, Februari 24, 2010

Sup Janin Manusia - Sup Terlaknat

Baikut: Sup Janin Manusia (Healthy Soup)

Cerita ini ditulis oleh seorang wartawan di Taiwan sehubungan dengan adanya gosip mengenai makanan penambah kekuatan dan stamina yang dibuat dari sari/kaldu janin manusia.

'Healthy Soup' yang dipercaya dapat mendapat stamina dan keperkasaan pria terbuat dari janin bayi manusia berumur 6 - 8 bulan dapat dibeli perporsi seharga 3000-4000 RMB (mata uang setempat). Salah seorang pengusaha pemilik pabrik di daerah Tong Wan, Taiwan mengaku sebagai pengkonsumsi tetap 'Healthy Soup'. Sebagai hasilnya, pria berusia 62 tahun menjelaskan khasiat 'Healthy Soup' ini mempertahankan kemampuannya untuk dapat berhubungan seks beberapa kali dalam semalam. Penulis diajak oleh pengusaha tersebut di atas ke salah satu restoran yang menyediakan 'Healthy Soup' di kota Fu San - Canton dan diperkenalkan kepada juru masak restoran tersebut. Kata sandi untuk 'Healthy Soup' adalah BAIKUT.









Juru masak restoran menyatakan jenis makanan tersebut tidak mudah di dapat karena mereka tidak tersedia 'ready stock'. Ditambahkan pula bahwa makanan tersebut harus disajikan secara fresh, bukan frozen. Tetapi kalau berminat, mereka menyediakan ari-ari bayi (plasenta) yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual dan juga obat awet muda. Juru masak restoran tersebut mengatakan jika memang menginginkan Healthy Soup', dia menganjurkan untuk datang ke sebuah desa di luar kota di mana ada sepasang suami istri yang istrinya sedang mengandung 8 bulan.

Diceritakan pula bahwa si istri sebelumnya sudah pernah mengandung 2 kali, tetapi kedua anaknya lahir dengan jenis kelamin perempuan. Jika kali ini lahir perempuan lagi, maka 'Healthy Soup' dapat didapat dengan waktu dekat. Cara pembuatan 'Healthy Soup', seperti yang diceritakan oleh jurnalis yang meliput kisah ini adalah sebagai berikut: Janin yang berumur beberapa bulan, ditambah Pachan, Tongseng, Tongkui, Keichi, Jahe, daging ayam dan Baikut, di tim selama 8 jam, setelah itu dimasak selayaknya memasak sup. Beberapa hari kemudian seorang sumber menghubungi penulis untuk meberitahukan bahwa di Thaisan ada restoran yang sudah mempunyai stok untuk 'Healthy Soup'. Bersama sang pengusaha, penulis dan fotografer pergi ke restoran di Thaisan untuk bertemu dengan juru masak restoran tersebut yang tanpa membuang waktu langsung mengajak rombongan untuk tour ke dapur. Di atas papan potong tampak janin tak bernyawa itu tidak lebih besar dari seekor kucing.

Sang juru masak menjelaskan bahwa janin tersebut baru berusia 5 bulan. Tidak dijelaskan berapa harga belinya, yang pasti itu tergantung besar-kecil, hidup-mati janin tersebut dan sebagainya. Kali ini, harga per porsi 'Healthy Soup' 3,500 RMB karena stok sedang sulit untuk didapat. Sambil mempersiapkan pesanan, dengan terbuka juru masak tersebut menerangkan bahwa janin yang keguguran atau di gugurkan, biasanya mati, dapat dibeli hanya dengan beberapa ratus RMB saja, sedang kalau dekat tanggal kelahiran dan masih hidup, bisa semahal 2.000 RMB. Urusan bayi itu diserahkan ke restoran dalam keadaan hidup atau mati, tidak ada yg mengetahui.

Setelah selesai, 'Healthy Soup' disajikan panas di atas meja, penulis dan fotografer tidak bernyali untuk ikut mencicipi, setelah kunjungan di dapur, sudah kehilangan semua selera makan, maka cepat-cepat meninggalkan mereka dengan alasan tidak enak badan. Menurut beberapa sumber, janin yang dikonsumsi semua adalah janin bayi perempuan. Apakah ini merupakan akibat kebijaksanaan pemerintah China untuk mewajibkan satu anak dalam satu keluarga yg berlaku sampai sekarang, atau hanya karena kegemaran orang akan makanan sehat sudah mencapai suatu kondisi yang sangat terkutuk.

Harap teruskan cerita ini kepada setiap orang demi menghindari penyebarluasan kebiasaan yang tak berperikemanusiaan tersebut. Sebagai manusia beragama dan berpikiran sehat, kita untuk apapun. Bangsa manusia adalah angsa yang derajatnya paling tinggi dari mahluk di bumi ini, dan tindakan tersebut adalah tindakan yang sesungguhnya bukan berasal dari pemikiran manusia waras. Memilukan hati. (http://bestfuture.wordpress.com/2007/08/28/soup-bayi-manusia-oh-my-god/)

Sumber: http://kupretist.multiply.com/photos/album/16/Baikut_Sup_Janin_Manusia

Senin, Februari 15, 2010

ALASAN MENGAPA DOLLAR MENJADI MATA UANG DUNIA

.
.


Alasan pertama: sejarah membawa dollar menjadi mata uang internasional.
Dimulai dari perjanjian Bretton Woods setelah Perang Dunia 2 yang efeknya masih terasa hingga sekarang; perjanjian untuk menggunakan emas sebagai standar global nilai mata uang. Pada saat itu keadaan ekonomi negara-negara dunia, kecuali Amerika Serikat, hancur karena perang. Ini menyebabkan mereka bergantung pada pinjaman yang diberikan oleh Amerika. Pinjaman ini diberikan dalam bentuk Dollar Amerika. Sebagai jaminan, Amerika menerima emas yang dimiliki negara-negara ini. Hasilnya, Amerika otomatis menguasai seluruh emas di dunia dan jadinya hanya Dollar Amerika yang nilainya disokong oleh emas. Secara praktis, ini berarti Dollar Amerika telah menggantikan emas sebagai sumber likuiditas perekonomian dunia dan menjadi basis sistem keuangan dunia. Implikasinya, setiap negara membangun cadangan devisa dalam bentuk Dollar Amerika; cadangan Dollar diperlukan agar mata uang negara yanbersangkutan dapat ditukarkan dengan Dollar atau emas. Pada saat ini lah mata uang Amerika itu menjadi mata uang internasional.
Alasan kedua: resiko menjadi mata uang internasional
Tidak selalu menjadi mata uang internasional itu memberikan efek positif pada negara yang memiliki mata uang itu, dalam hal ini negara Amerika dengan Dollarnya. Banyak efek negatif yang dapat melanda Amerika saat mata uangnya menjadi mata uang internasional. Beberapa efek negatif menjadi mata uang internasional antara lain:
1. Negara itu harus me-maintain trust, yang menyebabkan negara itu memiliki tugas yang berat untuk dunia.
2. Apabila negara pemilik mata uang internasional tidak dapat me-maintain trust, maka dapat menyebabkan mata uang itu drop secara tiba-tiba.
3. Akan lebih sulit dalam mengontrol likuiditasnya
Alasan ketiga: tidak semua mata uang yang kuat dapat menjadi mata uang internasional
Untuk menjadi mata uang internasional dibutuhkan pemilik yang kuat, dalam hal ini negara yang kuat. Menjadi mata uang yang kuat bukan berarti mampu untuk menjadi mata uang internasional. Ini disebabkan karena negara yang memiliki mata uang itu belum tentu memiliki kestabilan ekonomi dan politik yang baik. Padahal untuk menjadi mata uang internasional, dibutuhkan negara dengan keadaan ekonomi maupun politik yang stabil, karena sebagai mata uang internasional dibutuhkan kepercayaan dari dunia agar dunia menggunakannya.
Sebagai contohnya mata uang dari negara Iraq, yaitu Dinar. Walaupun saat ini Dinar sebagai salah satu mata uang yang terkuat, namun keadaan Iraq tidak stabil, karena perang, konflik dalam negeri, maupun perekonomiannya. Hal ini menyebabkan dunia tidak ingin mempercayakan mata uangnya kepada Dinar Iraq sebab walaupun mata uang itu terkuat, namun belum tentu dalam jangka panjang akan stabil. Tidak stabil bisa terjadi karena perang yang makin menjadi-jadi atau konflik dalam negeri yang pada akhirnya dapat menyebabkan negara itu jatuh miskin lalu mata uangnya turun menjadi mata uang terlemah. Padahal menukarkan mata uang lalu menyimpannya adalah kegiatan jangka panjang, sehingga dibutuhkan kepercayaan yang besar dari dunia. Inilah sebab Dollar Amerika menjadi mata uang yang dipercayai dunia karena kondisi negaranya yang dapat diprediksi akan stabil dalam jangka panjang.
Jadi bukan karena Amerika negara adidaya lalu begitu saja menjadikan mata uangnya mata uang internasional atau bahkan ada kong-kalikong Yahudi.

KURS DOLAR DAN PERDAGANGAN DUNIA



Sekelompok ilmuwan yang mendalami masalah proyeksi ekonomi berkumpul di gedung pusat PBB New York awal minggu ini. Proyeksi ekonomi tiap wilayah di dunia disampaikan, dan secara umum ada kesepakatan (disamping banyak ketidak-sepakatan) bahwa pertumbuhan ekonomi dunia akan sedikit lebih baik dalam dua tahun mendatang. Meskipun angka pasti yang disepakati semua pihak belum tercapai, namun semua setuju bahwa ekonomi dunia akan tumbuh di atas 3 persen baik tahun ini maupun tahun depan.

Perdebatan tentang kecenderungan perdagangan dunia tergolong paling menarik dalam pertemuan tersebut, paling tidak karena dua hal: fluktuasi yang begitu tajam dalam 5 tahun terkahir, dan perubahan nilai tukar (misalnya dolar AS terhadap Yen) yang sulit diprediksi dengan tepat.

Kalau diamati selama 5 tahun terakhir, laju perdagangan dunia menunjukkan kenaikan luar biasa (hampir 12 persen) pada tahun 1994. Tentu banyak yang dapat diajukan sebagai faktor penyebab. Namun, kalau dilihat sumber pertumbuhan berdasarkan tiap sektor, kecenderungan yang paling menonjol saat itu adalah kenaikan perdagangan barang elektronik seperti komputer dan komponennya, termasuk semi-konduktor, yang sangat luar biasa. Karena sektor ini yang menonjol, maka apapun yang terjadi dengan sektor tersebut akan otomatis mempengaruhi gambaran perdagangan dunia. Dan ini dibuktikan oleh gambaran tahun lalu.

1996 tercatat sebagai tahun buruk bagi prestasi perdagangan dunia, karena pertumbuhan yang dicapai hanya 5.7 persen (dihitung dari volume impor), merosot dari 9.5 persen yang terjadi pada tahun sebelumnya. Salah satu penyebab kemerosotan tersebut adalah kelesuan di sektor elektronik; jadi, persis kebalikan dari apa yang terjadi tahun 1994!

Tentu saja penjelasan lain perlu diperhitungkan, seperti misalnya perubahan nilai tukar. Sebenarnya tidak mudah melihat pengaruh nilai tukar terhadap perdagangan dunia, karena tiap negara mempunyai komposisi negara tujuan (untuk ekspor) dan negara asal (untuk impor) yang berbeda. Akibatnya, jenis mata uang asing yang perlu diperhitungkan juga tidak sama. Namun, mengingat dolar AS mempunyai pengaruh paling besar, pergerakan mata uang ini menjadi faktor penentu perdagangan dunia.

Pada tahun 1994 nilai dolar merosot, baik terhadap Yen maupun DM (dua mata uang lain yang juga paling berpengaruh dalam perdagangan dunia). Nilai Yen mencapai 102 dan nilai DM sebesar 1,62 per satu dolar AS. Tahun sebelumnya, nilai tersebut masing-masing 111,2 dan 1,65. Ternyata, dolar yang merosot diikuti oleh membaiknya perdagangan dunia seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

Apakah keadaan sebaliknya akan terjadi kalau seandainya dolar menguat? Berdasarkan perkembangan tahun lalu, jawabannya: ya! Para pedagang valas masih ingat benar bagaimana tahun lalu nilai dolar menguat sampai ke tingkat yang tidak diperhitungkan sebelumnya. Nilai Yen melemah dari 94 ke 109, dan nilai DM juga melemah dari 1,4 menjadi 1,5 terhadap dolar AS. Bukan kebetulan kalau prestasi perdagangan dunia juga buruk tahun lalu.

Bagaimana kaitan cerita di atas dengan wilayah Asia Pasifik termasuk ASEAN, dan Indonesia? Di wilayah ini jelas kurs Yen terhadap dolar lebih menentukan. Jadi, pergerakan kurs tersebut dapat dipakai sebagai salah satu determinan dalam membuat perkiraan volume perdagangan. Yen yang lemah memperbaiki daya saing eksportir Jepang vis-a-vis eksportir negara lain, termasuk negara di kawasan Asia Pasifik. Bagi negara yang mengekspor produk serupa (kompetitif) dengan ekspor Jepang, ini kabar buruk, karena mereka cenderung kalah bersaing dengan eksportir Jepang.

Apakah kenyataannya demikian? Ternyata memang prestasi ekspor banyak negara di Asia Pasifik memburuk tahun lalu, sehingga kepanikan karena kenaikan defisit neraca berjalan kita dengar di mana mana: dari Thailand, Malaysia sampai ke Indonesia, meskipun sebenarnya bagi Indonesia pukulan di sektor ekspor tidak karena Yen yang menguat tapi lebih karena faktor domestik.

Mungkin pengaruh melemahnya Yen bagi Indonesia lebih banyak berupa pengurangan arus investasi Jepang yang dapat diharapkan. Kalau gejala kurs yang sekarang bersifat sementara, maka praktis kekuatiran tersebut tidak terlalu perlu dipikirkan, karena keputusan investasi lebih bersifat jangka panjang, tidak seperti keputusan mengekspor. Sebaliknya, keuntungan bagi kita jelas terjadi dalam bentuk pengurangan nilai dan pembayaran bunga hutang luar negeri. Pertanyaannya, apakah benar gejala kurs Yen/dolar yang sekarang bersifat hanya sementara?

Banyak yang ingin mengetahui bagaimana kecenderungan Yen/dolar tahun ini dan tahun depan. Pertanyaan ini tidak hanya penting untuk membuat perkiraan volume perdagangan, jadi juga pertumbuhan ekonomi, tapi juga, dengan sangat disesalkan, sering dimanfaatkan oleh pemain valas yang suka berspekulasi untuk memperoleh keuntungan mendadak (windfall profit).

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kurs Yen/dolar. Salah satu faktor adalah posisi neraca perdagangan AS (defisit) dan Jepang (surplus). Kalau diamati defisit perdagangan AS selama dua kuartal tahun lalu, yaitu kuartal 1 dan kuartal 4, ternyata defisit mereka menurun tajam. Lebih menarik lagi, penurunan tersebut terjadi dimuka kenaikan impor, karena kuatnya permintaan domestik. Jadi, prestasi ekspor AS relatif bagus. Mungkin karena faktor ini kongres dan pembuat kebijakan di AS enggan melakukan intervensi terhadap kecenderungan dolar yang menguat.

Dalam 4 tahun terakhir ekonomi AS memang cukup stabil, dan bahkan dalam 2 tahun terakhir mencapai kondisi yang oleh para ekonom sering dianggap "ideal," yaitu pertumbuhan relatif tinggi, tingkat pengangguran turun, dan inflasi rendah. Kenaikan tingkat bunga 0.25 persen yang diumumkan Federal Reserves minggu inipun tidak akan membuat pertumbuhan ekonomi mereka menurun tajam. Sebaliknya, ekonomi Jepang tidak mampu secara meyakinkan bangkit dari resesi, dan bahkan pertumbuhan tahun ini diperkirakan akan lebih buruk lagi karena mulai bulan depan (April) pajak konsumsi akan dinaikkan. Jadi, ada semacam pembentukan opini bahwa ekonomi yang kuat harus mempunyai mata uang yang juga kuat, dan demikian sebaliknya. Sebenarnya banyak faktor selain nilai tukar yang mempengaruhi kinerja perdagangan AS, termasuk perbaikan produktivitas, dan kurang relevan menilai "kekuatan" ekonomi hanya dalam suatu kurun-waktu yang relatif pendek.

Memang benar bahwa ekonomi AS diperkirakan masih akan baik dalam dua tahun mendatang, meskipun angka pertumbuhan GDP tahun ini akan sedikit turun. Proyeksi semacam ini mengasumsikan bahwa kenaikan tingkat bunga minggu ini bukan merupakan awal dari seri kenaikan yang akan berlangsung terus dalam bulan bulan mendatang. Juga benar bahwa ekonomi Jepang masih akan mengalami kesulitan dalam dua tahun mendatang. Namun, nilai kurs Yen/dolar seperti saat ini sudah "di luar" batas yang sering dianggap ekuilibrium (seimbang).

Umumnya, semua ahli yang hadir dalam pertemuan di PBB minggu ini sepakat bahwa nilai ekuilibrium adalah antara 110 dan 120 untuk Yen/dollar. Bahkan, penerima hadiah Nobel, Lawrence Klein, yang juga hadir dalam pertemuan di New York tersebut menyatakan secara pribadi kepada saya bahwa dengan kurs separti sekarang posisi neraca pembayaran AS akan kritis. Dia memperkirakan bahwa neraca perdagangan AS akan memburuk tahun ini. Waktu saya cek dengan angka kuartal pertama (dengan catatan bulan Maret belum berakhir), ternyata defisit perdagangan AS memang sudah memburuk. Jadi, dugaan Klein tepat.

Dari gambaran di atas saya cenderung memperkirakan bahwa kurs Yen/dolar akan bergerak kembali ke posisi yang lebih ekuilibrium tahun ini dan tahun depan. Angka perkiraan rata-rata untuk 1997 saya perkirakan sekitar 115 Yen/dolar. Professor Klein bahkan "berani" mengajukan angka antara 117-120. Dengan perkiraan ini, tidak terlalu salah kalau kita perkirakan bahwa dibandingkan dengan tahun lalu dalam dua tahun mendatang perdagangan dunia akan lebih baik.

Jumat, Januari 29, 2010

Maling Ayam dan Koruptor

Ditulis oleh: Al Jupri



Kenapa hukuman bagi koruptor lebih “enak” daripada tukang maling ayam? Sering kita lihat di media masa bagaimana seorang pencuri (maling) ayam babak belur dihajar masa. Berdarah-darah, dengan muka hampir tak berbentuk lagi. Dan yang paling tragis, ada juga yang dibakar hidup-hidup, disiram minyak atau bensin, tak kenal kasihan. Ngeri bila kita menyaksikannya. Di lain pihak, tak jarang pula kita saksikan bagaimana seorang koruptor, yang telah menggondol milyaran uang rakyat, hukumannya malah “enak”. Tak tersentuh pentungan aparat hukum, apalagi hajaran masa. Dengan fasilitas serba lengkap dan wah, sang koruptor bisa nyenyak tidur walau tinggal dalam penjara. Sang koruptor hanya pindah tidur, dari rumahnya ke “hotel” yang ada di penjara. Untung itu juga bisa ketangkap dan dipenjarakan. Sedangkan koruptor-koruptor lain, masih bisa dengan lihai lepas dari jerat hukum dengan alasan kesehatan. Tak adil! Itulah pastinya, bagi kita kebanyakan, yang bisa dikatakan. Tapi, ada teman saya yang mengatakan bahwa sebenarnya sudah adil (untuk ukuran dunia). Entah, saya tak tahu apakah teman saya itu bercanda atau serius. “Adil apanya?”, pikir saya mula-mula. Dengan kecemerlangan idenya, teman saya itu memberi jawaban matematis yang masuk akal atas pertanyaan yang saya tulis di awal artikel ini. Supaya lebih enak dibaca dan tak menyinggung langsung pihak-pihak tertentu, saya tak akan langsung menceritakan jawaban yang diutarakan teman saya itu. Saya lebih suka mendongeng saja. Biar bisa menulis lebih banyak, biar bisa bermain kata-kata, biar bisa lancar bertutur secara tulisan, biar busa kata yang menumpuk ini bisa keluar. Dan, biar-biar yang lainnya. Ya sudah, mudah-mudahan Anda tak sabar. Begini dongeng bohong-bohongannya. Sebut saja namanya Buxh, seorang koruptor yang baru saja diadili dan kena hukuman selama lima tahun penjara. Sebut juga Walxer, seorang raja maling ayam yang sudah bikin polisi bosan karena seringnya ia keluar masuk penjara. Kali ini Walxer dihukum agak lama, selama setahun, karena selain mencuri ayam ia juga melukai sang pemilik ayam yang berusaha mempertahankan ayamnya. Kebetulan, Buxh dan Walxer untuk sementara diinapkan di sel yang sama. Dalam sel tersebut, terjadilah perbincangan hangat di antara mereka. Seperti layaknya orang yang baru kenal, mereka pun memulai obrolan dengan basa-basi dulu. Selanjutnya begini obrolannya itu. **Walxer:** “Hai Buxh, kamu enak ya banyak uang. Hukumannya juga bakal enak, *ga* akan lama di sini. Sebentar lagi kamu pindah ke tempat yang nyaman” **Buxh:** “Iya dong..” **Walxer:** “Wah, dunia ini *ga* adil, pengadilan di negeri ini *ga* adil. Kamu yang maling milyaran uang rakyat malah akan dihukum di tempat enak. Aku, yang cuma maling ayam untuk nyambung makan saja, harus babak belur begini. Sial!” **Buxh:** “Hush…, siapa bilang ga adil?” **Walxer:** “Lho... kamu ini gila ya...? *Bayangin aja*, kamu *nyuri* uang milyaran, lha aku cuma maling ayam, yang paling kalau dijual laku Rp. 30.000 perak saja! Aku dibikin bonyok begini, lha kamu malah akan enak-enakan nanti...” **Buxh:** “Gini aja, kita bandingkan secara matematis, mana di antara kita yang paling banyak merugikan. Kamu Rp. 30.000, dan aku Rp. 2.000.000.000 (dua milyar)...” **Walxer:** “Lhooo kamu ini, di mana-mana juga, dua milyar itu pasti jauh lebih gede daripada tiga puluh ribu perak... gila kamu! *Ga* usah dibandingkan juga sudah jelas!” **Buxh:** “*Gini* cara membandingkannya. Kamu kan *nyuri* ayam pada satu orang. Harga ayam Rp.30.000. Jadi, Rp 30.000 dibagi sengan satu, artinya kamu merugikan orang lain sebesar Rp. 30.000” Walxer mendengarkan dengan serius….. **Buxh:** “Nah, sedangkan aku, *ngambil* uang rakyat negeri ini, cuma dua milyar. Nah, kamu tahukan kalau jumlah rakyat di negeri ini sekitar 200.000.000 (dua ratus juta) jiwa? Makanya, aku hanya merugikan orang lain itu cuma Rp.10 (sepuluh rupiah) saja, hasil dari dua milyar dibagi dua ratus juta. Iya *engga*? Makanya wajar saja, hukuman aku enak. Lha wong cuma Rp. 10,- saja, mana mungkin ada yang tega memukuli aku gara-gara *nyuri* uang segitu, sepuluh perak yang tak berarti…” Walxer termenung memikirkan penjelasan Buxh, dan… **Walxer:** “ Iya ya…., wah kalau begitu enak juga jadi koruptor…?” (Pikiran Walxer melayang-layang, ....) Perbincangan pun sempat terhenti beberapa saat. Buxh tampak bangga bisa meyakinkan Walxer. Kemudian...? Saya sebenarnya ingin melanjutkan dongeng tersebut. Berhubung, khawatir menyinggung-nyinggung secara langsung, ya saya hentikan saja dongengnya. Mau tahu lanjutannya? Tentang Penulis: Master Student of Freudenthal Institute, Utrecht University, The Netherlands Jurusan Pendidikan Matematika, Universitas Pendidikan Indonesia (dulu, namanya IKIP Bandung)

Catatan: Tulisan ini bisa juga dibaca di sini:
http://mathematicse.wordpress.com/2007/04/01/maling-ayam-dan-koruptor/