Selasa, Desember 29, 2009

NTFS VS FAT

.
.


Sehari hari saat kita bergaul dengan komputer yang menggunakan system operasi Windows tentu akan sering mendengar akronim/singkatan NTFS dan FAT. Walau banyak yang sudah paham dan mengerti akan maksud dari singkatan tersebut namun tidak sedikit pula yang belum begitu memahaminya.

NTFS merupakan singkatan dari NT File System dan FAT memiliki kepanjangan File Allocation Table. Keduanya merupakan sistem file yang sangat populer karena digunakan pada sistem operasi Windows. NTFS merupakan pilihan utama bagi mereka yang menggunakan sistem operasi Windows XP karena memiliki keunggulan dari segi keamanan bila dibandingkan dengan sistem file yang lain.

Sistem file sendiri mempunyai makna sebagai sebuah metode untuk menyimpan atau mengorganisir file komputer beserta data yang ada di dalamnya sehingga akan mempermudah untuk mencari dan mengaksesnya.

Berikut akan saya tampilkan penjelasan dari masing masing sistem file yang ada pada sistem operasi Windows :

FAT16
Sistem file FAT16 pertama kali diperkenalkan pada era MS-DOS di tahun 1981. Sistem file yang sudah berumur 27 tahun ini, pertama kali dirancang untuk menangani file yang terdapat pada floppy disk. Selanjutnya dengan beberapa perbaikan, sistem file ini mampu untuk menangani file yang terdapat pada hard disk. Keunggulan yang paling besar dari FAT16 adalah kemampuan untuk bekerja pada banyak sistem operasi yang berbeda seperti, Windows 95/98/Me, OS/2, Linux, dan beberapa versi dari UNIX. Sedangkan kelemahan terbesarnya terletak pada jumlah kluster yang terbatas untuk tiap partisinya, sehingga apabila hardisk bertambah besar maka ukuran kluster yang ada pada hardisk juga akan bertambah besar. Pada hardisk dengan besar partisi 2GB, setiap kluster mempunyai besar 32 kilobytes, artinya walaupun file yang terdapat pada hardisk tersebut lebih kecil dari 32 KB maka pada hardisk dengan FAT16 tetap akan menempati ruangan sebesar 32 KB. FAT16 juga tidak mendukung kompresi, enkripsi dan beberapa teknik keamanan yang lain.

FAT32
Sistem file FAT32 pertama kali diperkenalkan saat peluncuran Windows 95 Service Pack 2. Sistem file ini merupakan pengembangan dari FAT16 dengan perbaikan utama terletak pada peningkatan jumlah kluster untuk setiap partisi. Dalam perjalanannya ternyata FAT32 mempunyai banyak keunggulan lain bila dibandingkan dengan pendahulunya. Meskipun FAT32 bertujuan untuk menutupi segala kelemahan yang terdapat pada FAT16, ternyata timbul suatu masalah dengan kompatibelitas terhadap sistem operasi yang lain. Bila FAT16 mampu ‘bercengkrama’ dengan banyak sistem operasi, tidak demikian halnya dengan FAT32. Windows NT, Linux dan UNIX adalah beberapa diantara sistem operasi yang gagal ‘dihinggapi’ oleh FAT32. Setelah muncul Windows XP, hal ini tidak menjadi masalah lagi karena Windows XP dapat dipasang dengan baik pada FAT32 sehingga mempermudah melakukan komunikasi di jaringan yang menggunakan Windows XP tanpa memperdulikan sistem file yang digunakan.

NTFS
Sistem file NTFS diperkenalkan pertama kali saat peluncuran versi awal dari Windows NT. Sistem file ini sangat berbeda dengan FAT. NTFS memberikan fitur keamanan yang sangat tinggi, kompresi data yang bagus serta enkripsi data yang susah ditembus. Sistem file ini merupakan sistem file default saat kita pertama kali melakukan instalasi Windows XP dan jika kita melakukan upgrade dari Windows 9x ke Windows XP maka kita akan ditanya apakah kita juga akan mengkonversi sistem file lama kita ke NTFS. Jika kita menolak untuk melakukan konversi juga tidak menjadi masalah sebab Windows XP tetap akan bekerja pada sistem file FAT32 tentu dengan fitur keamanan yang kurang. Yang perlu diingat, kita bisa dengan mudah melakukan konversi sistem file dari FAT16 atau FAT32 ke NTFS, tetap sebaliknya, bila kita ingin mengkonversi balik ke FAT dari NTFS tidak bisa dilakukan dengan mudah tanpa men-format hardisk.

Sayangnya sistem file NTFS tidak bisa menutupi kelemahan FAT32 dalam masalah kompatibelitas dengan sistem operasi yang lain sehingga disarankan bila kita menggunakan 2 sistem operasi yang berbeda dalam 1 komputer maka kita diharapkan untuk selalu menyediakan satu partisi dengan sistem file FAT sebagai tempat menyimpan data recovery. Namun dengan fitur recovery yang ditawarkan/termasuk di dalam sistem operasi Windows XP, saya rasa pembuatan partisi FAT ini menjadi suatu yang mubazir.

Kapan kita memilih untuk menggunakan FAT atau FAT32?
Jika kita menjalankan lebih dari satu sistem operasi dalam satu komputer, kita membutuhkan partisi dengan sistem file FAT. Hal ini agar data yang kita tempatkan pada partisi FAT tersebut bisa diakses oleh kedua sistem operasi. Tetapi harap diingat karena keterbatasan fitur keamanan dari sistem file ini, maka disarankan untuk tidak menaruh data yang sangat penting diatas partisi dengan sistem file FAT.

Tag: Data, FAT, FAT16, FAT32, File, Harddisk, Komputer, Linux, NTFS, Sistem, Windows, XP


NTLDR Missing (File corrupt)




Dari dulu sampai sekarang permasalahan seperti yang saya tulis di judul masih menjadi pertanyaan yang cukup ngetop di beberapa milis tentang komputer. Walaupun sudah dijawab berulangkali oleh senior senior milis, tetap saja hari hari berikutnya ada yang nanya lagi. Mungkin karena beberapa anggota milis malas untuk melihat arsip dan sifat dari milis yang mengalir terus sehingga kerap terjadi pembahasan suatu topik secara berulang ulang.

Permasalahan atau pesan missing NTLDR biasanya muncul saat komputer melakukan booting pertama kali. Hilangnya file system ini bisa terjadi karena kesalahan saat melakukan shutdown, virus, instalasi program tertentu dan lain lain. Biasanya komputer gagal untuk masuk ke system operasi sehingga untuk memperbaikinya agak sedikit rumit.

Jika komputer menggunakan partisi dengan system file FAT32, caranya lebih mudah daripada NTFS. Hal ini lebih karena faktor keamanan yang lebih kuat di NTFS sehingga membongkarnya pun rada rada sulit. Cukup dengan melakukan booting menggunakan startup disk Win98, lalu menyalin file NTLDR atau NTDETECT.COM dari direktori i386 ke direktori C:\.

Sedangkan untuk system files NTFS, langkah langkah yang bisa dilakukan antara lain :

1. Masukan dan boot menggunakan CD WindowsXP.
2. Saat muncul pilihan untuk melakukan Repair Windows, tekan tombol R pada keyboard.
3. Lalu tekan nomor yang sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang akan diperbaiki, biasanya pilih angka 1.
4. Ketik password administrator saat diminta, bila sebelumnya kita tidak pernah mengisi password administrator saat instalasi Windows pertama kali, langsung tekan Enter.
5. Ketik perintah berikut : (X: merupakan drive pengganti untuk CDROM).
COPY X:\i386\NTLDR C\:
COPY X:\i386\NTDETECT.COM C:\
6. Keluarkan CD dari CDROM lalu ketik exit.

Rabu, Desember 23, 2009

Kematian Manusia, Prosesnya dan Keterangannya

.
.


Mungkin hanya dengan mempelajari cara kematian kita, bisa membuat kesadaran tubuh untuk menghargai kehidupan. Menarik bukan! Kehidupan ini memang misteri dan misteri itu cool man! Kapan kematian akan datang, bagaimana prosesnya? Dan bagaimana tubuh menyikapinya. Simak berikut ini!menarimenari

Pengaruh Kelahiran Pada Jasmani

Manusia terdiri dari kombinasi antara jasmani dan batin ( nama rupa ). Hubungan antara jasmani dan batin bagaikan hubungan erat antara bunga dan bau. Jasmani sebagai bunga dan batin sebagai bau, sedangkan kematian hanya merupakan pemisahan anatar dua faktor ini. Bilamana orang berada pada saat saat menjelang kematian, jasmani dan batinnya lemah, mungkin seseorang kuat selalu tetapi pada saat menjelang kematian ia menjadi lemah. Hal ini terjadi karena pada waktu kesadaran bergetar sampai 17 getaran dan pada saat getaran itu akan selesai tak ada fungsi baru dari jasmani yang terjadi. Hal ini bagaikan kipas angin listrik yang arus listriknya diputuskan sehingga tidak ada tenaga lagi. Jika kombinasi jasmani dan batin terpisah, jasmani dan batin tidak lenyap. Jasmani akan mulai berproses menjadi lapuk, jasmani atau materi tak dapat lenyap tetapi akan terurai menjadi zat padat, cair dan gas. Elemen ini tak akan lenyap tetapi bentuk elemen elemen itu saja yang berubah.

Pengaruh Kematian Pada Batin

Apakah yang terjadi pada batin setelah meninggal ? batin tidak berbeda dengan jasmani yang tetap berproses, proses perubahan batin dari satu keadaan ke keadaan yang lain berlangsung terus dengan cepat sehingga bagi orang yang tak mengerti menganggap batin ini adalah tetap keka. Kematian tidak menghentikan proses batin.

Proses pikiran tidak berhenti pada saat kematian sebab pada saat terakhir sebelum saat kematian yang disebut maranasanna javana citta walaupun lemah dan tak dapat membuat buah pikiran baru namun memiliki suatu potensi besar untuk mengetahui atau melihat salah satu dari tiga objek pikiran yang masuk dalam pikiran dari orang yang segera akan meninggal. Objek pikiran yang muncul ini tak dapat ditolak, munculnya salah satu dari tiga objek pikiran ini yang menyebabkan sebuah pikiran baru muncul. Pemunculan salah satu dari tiga objek sebagai tanda kematian ini bukan dihasilkan oleh kekuatan dari luar, tetapi hal ini terjadi berdasarkan pada perbuatan perbuatan ( karma ) orang tersebut selama hidupnya. Karma yang bekerja pada saat seperti ini disebut Janaka kamma. Kematian ini merupakan refleksi dari perbuatannya sendiri.

Proses Kematian

Menurut pandangan Buddhis, kematian terjadi karena salah satu dari empat hal yaitu :

- Kammakkhaya atau habisnya kekuatan janaka kamma.
- Ayukkhaya atau habisnya masa kehidupan.
- Ubhayakkhaya atau habisnya janaka kamma dan masa kehidupan secara bersama sama.
- Upacchedaka kamma atau munculnya kamma penghancur atau pemotong yang kuat sehingga walaupun janaka kamma dan masa kehidupan belum selesai, orang tersebut meninggal dengan cepat.

1. Kammakkhaya
Jika potensi dari janaka kamma atau karma yang mengatur tentang kelahiran telah habis, maka aktivitas organis jasmani yang memiliki daya hidup ( javitindriya ) mati walaupun batas usia kehidupan di alam tertentu itu belum habis. Hal ini biasanya terjadi pada makhluk makhluk yang lahir di alam menyedihkan ( apaya ), neraka, binatang, peta dan asura, tetapi hal ini terjadi juga di dalam alam alam lain.
2. Ayukkhaya
Habisnya masa kehidupan makhluk, Hal ini terjadi sesuai dengan batas usia kehidupan makhluk di masing masing alam.

3. Ubhayakkhaya
Bersamaan habisnya kekuatan janaka kamma dan batas usia kehidupan dari makhluk.

4. Upacchedaka kamma
Kematian seseorang terjadi karena ia telah melakukan perbuatan yang buruk sekali sehingga walaupun janaka kamma maupun usia kehidupannya belum selesai, Ia tiba tiba meninggal dunia sebagai akibat perbuatan buruk tersebut. Suatu kekuatan tertentu dapat menghentikan kendaraan yang sedang melaju, demikian pula karma yang kuat dapat melenyapkan potensi dari arus proses berpikir dan mengakibatkan seseorang meninggal.

Kammakkhaya, Ayukkhaya dan Ubhayakkhaya disebut sebagai “ meninggal pada waktunya ” ( kala marana ) sedangkan meninggal karena Upacchedaka kamma disebut “ meninggal bukan pada waktunya ” ( akal marana ). Untuk memperjelas keempat hal diatas tentang kematian, dimisalkan makhluk itu adalah lampu minyak, lampu akan padam karena empat hal yaitu jika minyak habis, sumbu habis, minyak dan sumbu sama sama habis atau karena ada angin kencang.

Uraian diatas tentang kematian secara umum, sedangkan kematian secara khusus dilihat pada proses kematian yang berlangsung pada batin seseorang. Uraian berikut ini akan membicarakan tentang proses kematian yang berhubungan erat dengan proses berpikir.

Proses kematian hanya berbeda sedikit dengan proses berpikir dalam keadaan biasa atau normal. Proses batin dan dalam hal ini yang dibicarakan adalah proses pikiran pada kematian adalah sebagai berikut :
- Bhavanga Atita
- Bhavanga Calana
- Bhavanga Upaccheda
- Manodvaravajjana – kesadaran mengarah pada pintu inderiya pikiran
- Maranasanna Javana Citta – Impuls javana mendekati kematian
- Tadalambana
- Cuti Citta – kesadaran kematian
- Patisandhi Vinnana – kesadaran kelahiran kembali yang terjadi pada kehidupan berikut.

1. Bhavanga Atita
Keadaan kesadaran ini tak berbeda dengan pada kesadaran proses berpikir biasa
2. Bhavanga Calana

3. Bhavanga Upaccheda
Ketentuan kedua bhavanga ini seperti diatas, tapi karena disini membicarakan proses kematian jadi yang ditentukan adalah proses pikiran orang yang akan segera meninggal. Pada tahap ini orang yang akan meninggal belum dapat mengenal rangsangan yang terjadi. Rangsangan yang dibicarakan sekarang adalah salah satu dari tiga objek pikiran atau tanda kematian.

4. Manodvaravajjana
Adalah kesadaran mengarah ke pintu inderiya pikiran. Pada waktu membicarakan proses berpikir normal dibicarakan tentang Pancadvaravajjana, yang terjadi jika rangsangan dapat dikenal atau diketahui oleh salah satu dari lima inderiya melalui salah satu pintu inderiya inderiya itu yaitu melihat, mendengar, membau, merasa, atau menyentuh. Tetapi dalam kasus tentang proses berpikir pada kematian rangsangan yang muncul bukan dari luar melainkan rangsangan dalam yang merupakan pikiran atau ingatan yang hanya dapat dikenal melalui pikiran.

5. Marana Javana Citta
Adalah impuls javana mendekati kematian yang merupakan tahap psikologis yang penting. Dalam membicarakan tentang proses berpikir normal ada 7 impuls javana tetapi pada orang yang akan meninggal hanya ada 5 impuls javana. Salah satu dari tiga objek pikiran atau tanda kematian muncul pada tahap javana ini. Pada saat salah satu objek ini muncul, getaran bhavanga terhenti. Kesadaran berproses melalui manodvaravajjana and tiba pada javana. Pada saat ini kesadaran pikiran atau pikiran dapat mengetahui dengan jelas rangsangan yang ada.
Tiga objek pikiran atau tanda kematian itu adalah :
Kamma
Ingatan pada suatu perbuatan yang baik atau buruk, hebat atau penting yang pernah dilakukan seseorang sebelum meninggal muncul padanya walaupun kematian itu terjadi secara tiba tiba. Bila ia telah melakukan salah satu dari karma berat buruk ( akusala garuka kamma ) atau telah melakukan karma berat baik ( Kusala garuka kamma ) misalnya mencapai jhana jhana maka ia akan mengingat atau mengalami kamma tersebut sebelum saat kematian. Karena karma berat ini sangat kuat sehingga karma karma lain tertekan dan karma berat itu akan jelas dalam ingatannya. Bila ia tak pernah melakukan garuka kamma, yang menjadi objek ingatannya adalah perbuatan yang ia lakukan menjelang kematiannnya ( asanna kamma ) yang disebut “ karma menjelang saat kematian “. Jika asanna kamma tidak dilakukan maka suatu perbuatan yang sering atau biasa dilakukan ( Acinna kamma atau Bahula kamma ) akan muncul dalam ingatannya seperti memberikan dana karena ia dermawan, memberi khotbah karena ia dharmaduta atau mencuri karena ia maling dan seterusnya. Jika garuka kamma, assana kamma dan accinna kamma tidak ada maka perbuatannya tertentu yan tak berarti dan hanya sekali dilakukan apakah itu perbuatan baik atau buruk yang dikenal sebagai katatta kamma yang akan teringat olehnya. Jika ingatannya itu tentang karma baik ia akan terlahir kembali di alam yang menyenangkan. Tapi bila ingatannya itu tentang karma buruk maka ia akan terlahir kembali dalam keadaan yang lebih buruk daripada keadaan sekarang atau terlahir kembali di alam menyedihkan.
Kamma Nimitta
Pada orang yang dalam proses akan meninggal, kadang kadang suatu ingatan muncul dengan sendiri yang bukan merupakan ingatan tentang suatu perbuatan baik atau buruk tetapi suatu simbol dari perbuatannya. Kamma adalah perbuatan sedangkan nimitta adalah bayangan. Demikianlah bagi seorang tukang jagal mungkin ia melihat pisau, pemabuk melihat botol, orang saleh malihat altar. Hal ini dilihat dengan mata batin dan bukan mata fisik.
Gati Nimitta
Objek pikiran dari orang yang akan meninggal dunia dapat pula berupa simbol dari atau harapan akan tempat dimana ia akan terlahir kembali. Misalnya munculnya bayangan api maka orang itu akan terlahir kembali di alam neraka sedangkan orang yang melihat bunga yang indah akan terlahir di alam surga.
6. Tadalambana
Setelah tahap kesadaran impuls dari maranasanna javana citta muncul tahap kesadaran tadalambana

7. Cuti Citta – Kesadaran kematian
Kesadaran ini adalah kesadaran terakhir yang ada pada kehidupan sekarang. Cuti adalah lenyap atau mati. Pada tahap ini proses kematian berakhir, keadaan cuti citta sama dengan bhavanga citta. Kesadaran ini merupakan kesadaran bhavanga yang terakhir dan kesadaran ini mengambil bhavanga citta pertama dari kelahiran berikut yaitu Patisandhivinnana. Cuti citta secara psikologis tidak terlalu penting karena cuti citta hanya merupakan kesadaran kematian. Akhir dari proses pikiran bukan cuti citta tetapi Maranasanna javana citta, pada saat cuti citta muncul maka kematian tiba.

8. Patisandhi Vinnana
Pada saat cuti citta muncul dan berakhir dengan kematian bukan berarti proses kesadaran terhenti karena kematian tetapi proses kesadaran masih bergetar terus dengan munculnya Patisandhi Vinanna atau Patisandhi citta pada kelahiran berikut pada kehidupan baru. Cuti citta dan Patisandhi citta adalah nama khusus yang diberikan pada bhavanga citta. Pemberian nama teknis ini digunakan untuk mempermudah kita mempelajari dan mengerti proses kematian dan proses kelahiran kembali. Karena dua citta tersebut adalah sama yaitu kesadaran bhavanga yang berproses dan sebab proses tersebut berlangsung dalam seri urutan sama serta berkesinambungan maka objek dari kedua kesadaran ( cuti citta dan patisandhi citta ) adalah sama.

Penjelasan ilmiahnya adalah seperti berikut, dimulai dari bawah yaa :

Sesaat sebelum mati Anda akan merasakan jantung berhenti berdetak, nafas tertahan dan badan bergetar. Anda merasa dingin di telinga. Darah berubah menjadi asam dan tenggorokan berkontraksi.

0 Menit :
Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen.

1 Menit :
Darah berubah warna dan otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin.

3 Menit :
Sel-sel otak tewas secara masal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir.

4 - 5 Menit :
Pupil mata membesar dan berselaput. Bola mata mengkerut karena kehilangan tekanan darah.

7 - 9 Menit :
Penghubung ke otak mulai mati, efek yang sama terjadi ketika anda menyaksikan sinetron.

1 - 4 Jam :
Rigor Mortis * Membuat otot kaku dan rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati.

4 - 6 Jam :
Rigor Mortis * Terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam.

6 Jam :
Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan.

8 Jam :
Suhu tubuh langsung menurun drastis.

24 - 72 Jam :
Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri !.

36 - 48 Jam :
Rigor Mortis * Berhenti, Tubuh anda selentur penari balerina lagi.

3 - 5 Hari :
Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung.

8 - 10 Hari :
Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah.

Beberapa Minggu :
Rambut, Kuku, Dan Gigi dengan mudahnya terlepas.

Satu Bulan :
Kulit Anda mulai mencair !.

Satu Tahun :
Selain tulang-belulang tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh anda ! Sekarang Anda adalah saingan Twiggy dan Calista Flockhart.

* Rigor Mortis Adalah Fase Dimana Keseluruhan Otot Di Tubuh Menjadi Kaku.

(Berbagai sumber)

Selasa, Desember 15, 2009

Legenda Atlantis yang Sesungguhnya-Timaeus dan Critias

Kita telah mengenal Atlantis yang legendaris sejak lama. Selain menarik minat para arkeolog dan penjelajah, Atlantis juga menarik perhatian para panganut new age, ufolog hingga nazi Jerman. Bahkan beberapa orang mengatakan bahwa bangsa Atlantis adalah sekelompok ras super keturunan alien yang memiliki teknologi tinggi. Tapi ngomong-ngomong, berapa banyak dari kalian yang pernah membaca buku Timaeus dan Critias tulisan Plato ?


Selalu ada perdebatan apakah Atlantis yang dideskripsikan oleh Plato merupakan sebuah fiksi atau kenyataan. Saya sama sekali tidak kesulitan untuk menerima teori bahwa Atlantis adalah sebuah bangsa yang benar-benar ada dalam sejarah. Namun sepertinya saya mengalami kesulitan untuk menerima teori yang mengatakan bahwa Atlantis adalah negeri para dewa, Ras super keturunan alien dengan teknologi super tinggi, atau teori para penganut new age yang menganggap Atlantis sebagai sebuah benua mistik yang memiliki peranan signifikan dalam kehidupan umat manusia.

Hitler bahkan percaya bahwa bangsa Arya adalah keturunan langsung dari Atlantis yang membuat ia memerintahkan pencarian benua ini.

Jadi saya memutuskan untuk membaca langsung dari sumber legenda Atlantis, yaitu Timaeus dan Critias karangan Plato yang ditulis pada tahun 347 SM. Tentu saja kalian tahu bahwa manusia cenderung membesar-besarkan sesuatu. benar kan ? Jadi saya harus mencari tahu sendiri apa yang dikatakan Plato mengenai Atlantis.

Dan saya tidak menemukan satupun deskripsi yang mengindikasikan bahwa ras Atlantis adalah ras super keturunan alien dengan teknologi super tinggi. Teknologi dan kemampuan yang dideskripsikan Plato mengenai Atlantis sebenarnya sama saja dengan teknologi yang dimiliki oleh bangsa purba lainnya seperti Yunani, Cina dan Mesir. Bahkan, dalam tulisan Plato disebutkan bahwa Bangsa Atlantis kalah berperang dengan Yunani (Saya percaya kalian belum pernah mendengar soal ini).

Mungkin yang membuat orang berpikir bahwa mereka keturunan alien adalah karena Plato menyatakan bahwa bangsa Atlantis berasal dari keturunan Poseidon, Dewa Samudera Yunani (ini berlaku bagi mereka yang mempercayai teori bahwa dewa-dewa masa purba adalah alien).

Tapi menariknya, jika kita meneliti kisah-kisah legenda masa purba dari Cina kuno, Sumeria, Mesir, Yunani dan bahkan Indonesia, kita juga akan menemukan legenda yang menceritakan bahwa mereka adalah keturunan langsung para Dewa. Jadi saya menganggap, Legenda Atlantis tidak jauh berbeda dengan legenda suku bangsa lainnya. (Maaf untuk penggemar Atlantis)

Tapi ada banyak hal menarik yang bisa dipelajari dari kisah Atlantis. Dan bagi yang belum mengetahuinya, di bawah ini saya sertakan deskripsi singkat mengenai Atlantis.

Potongan-potongan kalimat ini saya terjemahkan dari Timaeus dan Critias versi Inggris terjemahan Benjamin Jowett. Kalian juga dapat mendownloadnya sendiri dengan mengklik link sumber di akhir tulisan ini.

Timaeus dan Critias adalah sebuah buku yang ditulis dalam rupa dialog yang terjadi antara Timaeus, Critias, Hermocrates dan Socrates. Dalam buku itu, kisah Atlantis diceritakan oleh Critias yang mendengar kisah itu dari kakeknya yang juga bernama Critias. Sedangkan Critias (sang kakek) mendengarnya dari Solon. Dan Solon mendengarnya dari para pendeta Mesir.

Timaeus hanya sedikit menyinggung soal Atlantis. Sedangkan Critias lebih banyak mendeskripsikan Atlantis. Namun, Critias sepertinya belum diselesaikan oleh Plato sehingga kita hanya mendapat sepenggal kisah Atlantis. Tapi paling tidak cukup untuk mengambil pelajaran dari bangsa yang luar biasa ini.

Lokasi Atlantis
"Kekuatan ini datang dari samudera Atlantik. Pada waktu itu, samudera Atlantik dapat dilayari dan ada sebuah pulau yang terletak di hadapan selat yang engkau sebut pilar-pilar Herkules. Pulau itu lebih luas dibandingkan dengan gabungan Libya dan Asia dan pilar-pilar ini juga merupakan pintu masuk ke pulau-pulau lain di sekitarnya, dan dari pulau-pulau itu engkau dapat sampai ke seluruh benua yang menjadi pembatas laut Atlantik. Laut yang ada di dalam pilar-pilar Herkules hanyalah seperti sebuah pelabuhan yang memiliki pintu masuk sempit. Namun laut yang di luarnya adalah laut yang sesungguhnya, dan benua yang mengelilinginya dapat disebut benua tanpa batas. Di wilayah Atlantis ini, ada sebuah kerajaan besar yang memerintah keseluruhan pulau dan pulau lain disekitarnya serta sebagian wilayah di benua lainnya" (Timaeus)

Asal mula bangsa Atlantis
"Sebelumnya aku telah berbicara mengenai pembagian wilayah yang diadakan bagi para dewa dan bagaimana mereka tersebar ke seluruh dunia dalam proporsi yang berbeda-beda. Dan Poseidon, menerima bagiannya, yaitu pulau Atlantis." (Critias)

"Di tengah-tengah pulau itu ada sebuah dataran yang dianggap terbaik dan memiliki tanah yang subur. Di situ ada sebuah gunung yang tidak terlalu tinggi di masing sisi-sisinya. Di gunung itu tinggal seorang pria fana bernama Evenor yang memiliki seorang istri bernama Leucippe. Mereka memiliki satu anak perempuan bernama Cleito. Ketika Cleito telah dewasa, ayah dan ibunya meninggal dunia. Poseidon jatuh cinta dan bersetubuh dengannya." (Critias)









Karakteristik Tanah Atlantis

"Poseidon lalu memecahkan tanah di sekitar bukit tempat tinggal Cleito sehingga bukit itu terpisah dari dataran lain. Bukit itu sekarang dikelilingi oleh laut yang berbentuk lingkaran. Poseidon membuat dua bagian daratan seperti ini sehingga jumlahnya menjadi dua daratan yang dikelilingi tiga wilayah perairan." (Critias)



"Masing-masing daratan memiliki sirkumferen yang berjarak sama dari tengah pulau tersebut. Jadi tidak ada satu orang dan satu kapalpun yang dapat mencapai pulau itu. Poseidon lalu membuat dua mata air di tengah-tengah pulau, satu air hangat dan satu lagi air dingin. ia juga membuat berbagai macam makanan muncul dari tanah yang subur." (Critias)

Nenek Moyang bangsa Atlantis
"Poseidon dan Cleito memiliki lima pasang anak kembar laki-laki. Ia lalu membagi pulau Atlantis menjadi sepuluh bagian. Ia memberikan kepada anak tertua dari pasangan kembar pertama tempat kediaman ibu mereka dan wilayah yang mengelilinginya yang merupakan tanah terluas dan terbaik. Ia juga menjadikannya raja atas saudara-saudaranya. Poseidon memberi nama anak itu Atlas. Dan karenanya seluruh pulau dan samudera itu disebut Atlantik." (Critias)

Kemakmuran Bangsa Atlantis
"Tanah Atlantis adalah tanah yang terbaik di dunia dan karenanya mampu menampung pasukan dalam jumlah besar." (Critias)

"Tanah itu juga mendapatkan keuntungan dari curah hujan tahunan, memiliki persediaan yang melimpah di semua tempat." (Critias)

"Orichalcum bisa digali di banyak wilayah di pulau itu. Pada masa itu Orichalcum lebih berharga dibanding benda berharga apapun, kecuali emas. Di pulau itu juga banyak terdapat kayu untuk pekerjaan para tukang kayu dan cukup banyak persediaan untuk hewan-hewan ternak ataupun hewan liar, yang hidup di sungai ataupun darat, yang hidup di gunung ataupun dataran. Bahkan di pulau itu juga terdapat banyak gajah" (Critias)

Struktur Masyarakat Atlantis
"Pada masa itu, wilayah Atlantis didiami oleh berbagai kelas masyarakat. Ada tukang batu, tukang kayu, ada suami-suami dan para prajurit. Bagi para prajurit, mereka mendapat wilayah sendiri dan semua keperluan untuk kehidupan dan pendidikan disediakan dengan berlimpah. Mereka tidak pernah menganggap bahwa kepunyaan mereka adalah milik mereka sendiri. Mereka menganggapnya sebagai kepunyaan bersama. Mereka juga tidak pernah menuntut makanan lebih banyak dari yang dibutuhkan." (Critias)

"Para prajurit ini tinggal di sekitar kuil Athena dan Hephaestus di puncak bukit. Di tempat itu mereka kemudian membuat pagar untuk melindungi tempat itu. Di sebelah utara, mereka membangun ruangan untuk makan di musim dingin dan membuat bangunan-bangunan yang dapat digunakan untuk kebutuhan bersama." (Critias)

"Mereka tidak memuja emas dan perak karena bagi mereka, semua itu tidak ada gunanya. mereka juga membangun rumah sederhana dimana anak-anak mereka dapat bertumbuh." (Critias)

'Inilah cara mereka hidup, mereka menjadi penjaga kaum mereka sendiri dan menjadi pemimpin bagi seluruh kaum Helenis yang dengan sukarela menjadi pengikut mereka. Lalu mereka juga menjaga jumlah perempuan dan laki-laki dalam jumlah yang sama untuk berjaga-jaga bila terjadi perang. Dengan cara inilah mereka mengelola wilayah mereka dan seluruh wilayah Hellas dengan adil. Atlantis menjadi sangat termashyur di seluruh Eropa dan Asia karena ketampanan dan kebaikan hati para penduduknya." (Critias)

Teknologi Atlantis
"Mereka membangun kuil, istana dan pelabuhan-pelabuhan. Mereka juga mengatur seluruh wilayah dengan susunan sebagai berikut : pertama mereka membangun jembatan untuk menghubungkan wilayah air dengan daratan yang mengelilingi kota kuno. Lalu membuat jalan dari dan ke arah istana. Mereka membangun istana di tempat kediaman dewa-dewa dan nenek moyang mereka yang terus dipelihara oleh generasi berikutnya. Setiap raja menurunkan kemampuannya yang luar biasa kepada raja berikutnya hingga mereka mampu membangun bangunan yang luar biasa besar dan indah." (Critias)

"Dan mereka membangun sebuah kanal selebar 300 kaki dengan kedalaman 100 kaki dan panjang 50 stadia (9 km). Mereka juga membuat jalan masuk yang cukup besar untuk dilewati bahkan oleh kapal terbesar dan Lewat kanal ini mereka dapat berlayar menuju zona terluar." (Critias)

Kehancuran Pulau Atlantis
"9.000 tahun adalah jumlah tahun yang telah berlangsung sejak perang yang terjadi antara mereka yang berdiam di luar pilar-pilar Herkules dengan mereka yang berdiam di dalamnya. Perang inilah yang akan aku deskripsikan." (Critias)

"Pasukan yang satu dipimpin oleh kota-kota Athena. Di pihak lain, pasukannya dipimpin langsung oleh raja-raja dari Atlantis, yaitu seperti yang telah aku jelaskan, sebuah pulau yang lebih besar dibanding gabungan Libya dan Asia, yang kemudian dihancurkan oleh sebuah gempa bumi dan menjadi tumpukan lumpur yang menjadi penghalang bagi para penjelajah yang berlayar ke bagian samudera yang lain." (Critias)

"Banyak air bah yang telah terjadi selama 9.000 tahun, yaitu jumlah tahun yang telah terjadi ketika aku berbicara. Dan selama waktu itu juga telah terjadi banyak perubahan. Tidak pernah terjadi dalam sejarah begitu banyak akumulasi tanah yang jatuh dari pegunungan di satu wilayah. Namun tanah telah berjatuhan dan menimbun wilayah Atlantis dan menutupinya dari pandangan mata." (Critias)

"Karena hanya dalam semalam, hujan yang luar biasa lebat menyapu bumi dan pada saat yang bersamaan terjadi gempa bumi. Lalu muncul air bah yang menggenang seluruh wilayah." (Critias)

"Namun sesudah itu, muncul gempa bumi dan banjir yang dashyat. Dan dalam satu hari satu malam, semua penduduknya tenggelam ke dalam perut bumi dan pulau Atlantis lenyap ke dalam samudera luas. Dan karena alasan inilah, bagian samudera disana menjadi tidak dapat dilewati dan dijelajahi karena ada tumpukan lumpur yang diakibatkan oleh kehancuran pulau tesebut." (Timaeus)

Penutup - Pelajaran dari Atlantis

"Selama banyak generasi, karakter yang mulia hidup di dalam diri mereka, mereka patuh kepada hukum dan memiliki ketertarikan yang kuat kepada dewa. Mereka memiliki jalan hidup yang baik, menggabungkan kelemahlembutan dengan kebijaksanaan di dalam berbagai aspek kehidupan dan dalam hubungannya dengan sesama." (Critias)

"Mereka tidak mau mengangkat senjata melawan sesamanya, dan mereka akan segera bergegas menolong rajanya ketika ada usaha untuk menggulingkannya. Mereka menolak segala kejahatan dan hanya melakukan kebaikan. Mereka hanya menaruh sedikit perhatian untuk kehidupan mereka sendiri. Mereka menganggap remeh harta benda emas dan perak yang sepertinya hanya menjadi beban bagi mereka." (Critias)

"Bahkan ketika mereka berkelimpahan di dalam kemewahan, mata hati mereka tidak dibutakan olehnya. Mereka sadar bahwa kekayaan mereka akan bertambah oleh perbuatan baik dan persahabatan antara satu dengan yang lain yang juga disertai dengan penghormatan antara sesama. Karakter-karakter semacam itu terus bertumbuh di antara mereka." (Critias)

"Namun, karakter-karakter mulia tersebut mulai memudar dan menjadi terlalu sering dikompromikan. Mereka bercampur dengan sifat-sifat duniawi, dan sifat itu kemudian menjadi pengendali. Karena itu mereka tidak mampu lagi menanggung kekayaan yang mereka miliki. Mereka mulai berperilaku tidak sepantasnya dan mata mereka menjadi rabun karena mereka telah kehilangan harta mereka yang paling berharga." (Critias)

"Zeus, raja para dewa yang memerintah berdasarkan hukum dan mampu melihat perbuatan-perbuatan jahat yang mereka lakukan mulai mencanangkan hukuman bagi ras yang terhormat itu supaya mereka dapat disadarkan dan dimurnikan. Lalu ia mulai mengumpulkan para dewa dari tempat kediaman masing-masing. Setelah mereka semua berkumpul, Zeus berkata : ....." (Critias)


Dan dengan kalimat itulah Critias berakhir, tidak terselesaikan. Jadi kita tidak akan pernah tahu apa yang ingin dikatakan oleh Zeus. Tapi bahkan walaupun buku ini tidak pernah terselesaikan, pengaruhnya terhadap umat manusia jauh lebih besar dibandingkan dengan ribuan buku lainnya.

(Timaeus, Critias)